HADIS TENTANG AKIBAT MENINGGALKAN HUTANG DI DUNIA (Studi Analisis Sanad Dan Matan Hadis)

HADIS TENTANG AKIBAT MENINGGALKAN HUTANG DI DUNIA
(Studi Analisis Sanad Dan Matan Hadis)

SKRIPSI

SKRIPSI
Diajukan Kepada Jurusan Ushuluddin
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I)
Dalam Ilmu Ushuluddin

Oleh:
AMIRUL BAKHRI
Nim 30.07.4.5.002

PROGRAM STUDI TAFSIR HADIS
JURUSAN USHULUDDIN
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
SURAKARTA
2010

H. Abdul Matin Lc. M.Ag.
Dosen STAIN Surakarta

NOTA DINAS
Hal: Skripsi Saudara Amirul Bakhri

Kepada:
Yth. Ketua Jurusan Ushuluddin
STAIN Surakarta
Di tempat.

Assalamu`alaikum wr. wb.
Dengan hormat, bersama dengan surat ini kami sampaikan bahwa setelah membaca, menela`ah, membimbing dan mengadakan perbaikan seperlunya, kami mengambil keputusan bahwa skripsi saudara Amirul Bakhri NIM 30.07.4.5.002 yang berjudul:
HADIS TENTANG AKIBAT MENINGGALKAN HUTANG DI DUNIA
(Studi Analisis Sanad dan Matan Hadis)
Sudah dapat diajukan untuk dimunaqoshkan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I). oleh karena itu, kami mohon agar skripsi tersebut dapat dimunaqosahkan dalam waktu dekat.
Demikian atas dikabulkannya permohonan ini kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu`alaikum wr. wb.

Surakarta,
Dosen Pembimbing,

H. Abdul Matin Lc. M.Ag.
NIP

PERSETUJUAN

HADIS TENTANG AKIBAT
MENINGGALKAN HUTANG DI DUNIA
(Studi Analisis Sanad Dan Matan Hadis)

SKRIPSI

Diajukan Kepada Jurusan Ushuluddin
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I)
Dalam Ilmu Ushuluddin

Oleh:
AMIRUL BAKHRI
Nim 30.07.4.5.002

Surakarta,
Disetujui oleh pembimbing

H. Abdul Matin Lc. M.Ag.

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi yang berjudul HADIS TENTANG AKIBAT MENINGGALKAN HUTANG DI DUNIA (Studi Analisis Sanad dan Matan) atas nama Amirul Bakhri dengan nomor induk mahasiswa 30.07.4.5.002 telah dimunakosahkan oleh Dewan Penguji skripsi Jurusan Ushuluddin sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta, pada tanggal……………….sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Tafsir Hadis (S.Th.I) dalam ilmu Ushuluddin. Surakarta,………………………2010

PANITIA UJIAN MUNAQASAH

Ketua Sidang Sekretaris Sidang

……………….. …………………..
NIP. …………. NIP. …………….

Penguji I Penguji II

………………… …………………..
NIP. NIP.
Mengetahui:
Ketua Jurusan Ushuluddin

Drs. Yusup Rohmadi, M. Hum.
NIP. 150 268 832
MOTTO

“Berani hidup tidak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.”
“Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan.”
“Do the best, get the best you will be the best”
“Be your best.”

HALAMAN PERSEMBAHAN

Skirpsi ini kupersembahkan kepada:
1. Ayah dan ibu beserta nenek tercinta yang telah mendidik dan membesarkan diriku sehingga dapat menapaki kehidupan ini dan dapat mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi.
2. Kakak dan adik tersayang beserta keponakan yang telah memberikan motivasi saya dalam menjalani perkuliahan di STAIN Surakarta sehingga akhirnya saya dapat menyelesaikan skripsi ini.

KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Segala puja dan puji syukur bagi Allah Swt yang menguasai alam semesta. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw beserta sahabat dan keluarganya.
Puji syukur kehadirat Allh Swt yang telah melimpahkan segala rahmat-Nya serta izin-Nyalah akhirnya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Namun demikian, skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak yang telah berkenan membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Oleh karena itu, dengan selesainya skripsi ini rasa terima kasih yang tulus dan rasa hormat yang dalam kami sampaikan kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Usman Abu Bakar, MA selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Surakarta.
2. Bapak Yusup Rohmadi, M.Hum selaku Ketua Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Surakarta.
3. Ibu Ari Hikmawati M.Ag selaku wali studi, terima kasih atas segala ilmu yang telah diajarkan selama ini semoga bermanfaatbagi penulis, bangsa dan agama.
4. Bapak Abdul Matin bin Salman, Lc., M.Ag selaku pembimbing yang penuh kesabaran dan kearifan bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberika bimbingan dan pengarahan dalam penyususunan skripsi ini.
5.
6. Staf perpustakaan di STAIN Surakarta yang telah memberikan pelayanan dengan baik.
7. Staf Administrasi di Jurusan Ushuluddin yang telah membantu kelancaran dalam proses penulisan dan bimbingan skripsi.
8. Ayah dan ibunda beserta nenek tercinta yang tiada pernah lelah melantunkan doa, memberikan dukungan moral, spirit dari waktu ke waktu dan memberikan pelajaran berharga bagaimana meerima dan memaknai hidup ini.
9. Kakak dan adik penulis tersayang beserta keponakan yang terus memacu penulis sehingga mendapat semangat untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini.
10. Sahabat-sahabat semua baik yang di rumah, Jurusan Ushuluddin, di organisasi yang ada di STAIN Surakarta yang sangat kubanggakan yang selalu memberikan semangat dalam penulisan skripsi ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semua pihak yang membutuhkannya.

Surakarta,
Penulis,

Amirul Bakhri
NIM. 30.07.4.5.002

PEDOMAN TRANSLITERASI

ا a ض dh
ب b ط th
ت t ظ zh
ث ts ع `
ج j غ gh
ح h ف f
خ kh ق q
د d ك k
ذ dz ل l
ر r م m
ز z ن n
س s و w
ش sy ه h
ص sh ء ‘
ي y

Singkatan:
QS. : al-Qur’an Surat.
terj. : terjemahan.
h. : halaman.
t.th. : tanpa tahun

DAFTAR ISI
halaman
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………
NOTA DINAS………………………………………………………………
HALAMAN PERSETUJUAN………………………………………………
PENGESAHAN…………………………………………………………….
MOTTO…………………………………………………………………….
PERSEMBAHAN…………………………………………………………..
KATA PENGANTAR………………………………………………………
PEDOMAN TRANSLITERASI…………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah………………………………..
2. Batasan Masalah………………………………………..
3. Rumusan Masalah………………………………………
4. Tujuan Penelitian……………………………………….
5. Manfaat dan Kegunaan Penelitian…………………….
6. Tinjauan Pustaka……………………………………….
7. Metode Penelitian………………………………………
8. Sistematika Pembahasan………………………………..
BAB II HADIS DAN LANGKAH PENELITIAN HADIS
1. Pengertian Hadis……………………………………….
2. Latar Belakang Penelitian Hadis………………………
3. Langkah Penelitian Hadis……………………………….
a. Penelitian sanad hadis……………………………….
b. Penelitian matan hadis………………………………
4. Jarh dan Ta`dil………………………………………….
a. Pengertian …………………………………………..
b. Lafadz-lafadz jarh wa ta`dil…………………………
BAB III DESKRIPSI HADIS DAN BIOGRAFI RAWI
1. Teks Seluruh Hadis………………………………………
2. I`tibar Sanad Hadis……………………………………….
3. Skema Seluruh Sanad Hadis……………………………..
4. I`tibar Matan Hadis……………………………………….
5. Biografi Perawi Hadis……………………………………
BAB IV ANALISA KESHAHIHAN SANAD DAN MATAN
1. Analisa Keshahihan Sanad Hadis………………………..
2. Analisa Keshahihan Matan Hadis……………………….
3. Pemahaman Hadis Dalam Kehidupan……………………..
BAB V PENUTUP
1. Kesimpulan………………………………………………
2. Saran……………………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..
BIOGRAFI PENULIS……………………………………………………….

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw yang berpedoman kepada al-Qur’an dan Hadis. Al-Qur’an merupakan kalam Ilahi yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw untuk sekalian umat manusia. Sedangkan hadis merupakan khabaran yang berisi ucapan, perbuatan, persetujuan yang disandarkan kepada Nabi Saw. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim dalam menjalani kehidupan ini harus berdasarkan dan berpedoman kepada al-Qur’an dan hadis. Agama Islam merupakan agama yang mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan manusia termasuk juga dalam bermuamalah. Agama Islam tidak hanya mengatur hubungan muamalah dengan Allah Swt semata, akan tetapi juga mengatur hubungan muamalah sesama manusia. Di antara muamalah sesama manusia tersebut adalah pinjam-meminjam (‘ariyah).
`Ariyah secara kebahasaan berarti “pinjaman”. Dalam pelaksanaannya, `ariyah diartikan sebagai perbuatan pemberian milik untuk sementara waktu oleh seseorang kepada pihak lain, pihak yang menerima pemilikan itu diperbolehkan memanfaatkan serta mengambil manfaat dari harta yang diberikan itu tanpa harus membayar imbalan dan pada waktu tertentu penerima harta itu wajib mengembalikan harta yang diterimanya itu kepada pihak pemberi.
Dalam bahasa Arab, hutang disebut dain, sedangkan pinjaman disebut `ariyah. Mengikuti istilah bahasa Arab, hutang mengacu kepada pemberian izin untuk menggunakan suatu harta dengan ketentuan akan dikembalikan pada waktu yang telah disepakati misalnya berhutang uang. Adapun pinjaman mengacu kepada pemberian izin untuk memanfaatkan suatu barang dan akan dikembalikan lagi sesuai kesepakatan.
Keadaan masyarakat sekarang dalam menjalani kehidupan ini begitu bermacam-macam. Ada di antara mereka yang hidup berkecukupan, ada juga yang kekurangan. Bagi masyarakat yang tidak mampu memenuhi kehidupannya dengan bergelimang harta, mereka berusaha dengan berbagai macam cara agar hidup mereka berkecukupan. Salah satu yang dilakukan masyarakat dalam memenuhi kehidupan mereka adalah dengan berhutang. Hutang yang ada di kehidupan manusia saat ini sangat bermacam-macam. Ada yang berupa hutang uang, ada yang berupa hutang benda, ada yang berupa hutang cicilan benda dan lain sebagainya. Banyak di antara masyarakat yang menganggap dengan berhutang maka permasalahan hidup mereka akan berakhir. Padahal dengan berhutang bukanlah menyelesaikan masalah hidup mereka, akan tetapi akan menambah beban mereka untuk melunasi hutang mereka itu. Menurut Yusuf Qardhawi dengan kesederhanaan dalam kehidupannya, seorang muslim tidak perlu lagi berhutang, lebih-lebih Nabi Saw tidak menyukai seorang muslim yang membiasakan berhutang. Dia juga menambahkan bahwa hutang dalam pandangan seorang muslim yang baik merupakan kesusahan di malam hari dan suatu penghinaan di siang hari.
Dalam kehidupan masyarakat, banyak di antara mereka yang belum paham bahaya berhutang. Berhutang boleh saja dalam kehidupan bermasyarakat apabila nantinya bisa untuk melunasinya. Akan tetapi jika tidak bisa melunasinya sebagaimana sabda Nabi Saw, beliau tidak mau menshalati jenazah yang diketahui masih mempunyai tanggungan hutang dan tidak ada yang mau menanggungnya. Sabda Nabi Saw tersebut terdapat dalam kitab Shahih al-Bukhari dalam bab hutang yang berbunyi sebagai berikut:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنِ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا الَّليْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِى سَلَمَةَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتىَ بِالرَّجُلِ الْمُتَوَفىَّ عَلَيْهِ الدَّيْنُ , فَسَأَلَ : هَلْ تَرَكَ لِدَيْنِهِ فَضْلًا ؟ فَاِنْ حُدِّثَ أَنَّهُ تَرَكَ لِدِيْنِهِ وَفَاءً صَلَّى , وَاِلَّا قَالَ لِلْمُسْلِمِيْنَ : (( صَلُّوْا عَلَى صَا حِبِكُمْ )) فَلَمَّا فَتَحَ اللهُ عَلَيْهِ الْفُتُوْحَ قَالَ : (( أَنَا أَوْلَى بِاْلمُؤْمِنِيْنَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ , فَمَنْ تُوُفِىَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فَتَركَ دَيْناً فَعَلَىَّ قَضَاؤُهُ, وَمَنْ تَرَكَ مَالاً فَلِوِرثَتِهِ )) رواه البخارى .
Artinya:
“Diceritakan kepada kami Yahya ibn Bukair, diceritakan kepada kami al-Laits dari `Uqail dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah Saw pernah didatangkan seorang mayat laki-laki yang masih mempunyai tanggungan hutang. Maka Rasulullah Saw bertanya: apakah dia meninggalkan sesuatu untuk hutangnya ? maka seandainya dikatakan bahwa hutang dia telah ada yang menanggung, Nabi Saw pun akan menshalatkannya. Kalau seandainya tidak ada yang menanggung hutangnya, Nabi berkata kepada kaum muslimin: shalatkanlah kalian semua saudara kalian ini (jenazah yang mempunyai hutang). Maka ketika Allah Swt membukakan (wahyu) kepada Nabi Saw, Nabi Saw bersabda: saya akan menjadi wali bagi kaum mukmin dari diri mereka. Maka barang siapa yang meninggal dunia dari kaum mukmin terus dia meninggalkan hutang, maka saya yang akan menjadi penanggung hutangnya, kalau seandainya dia meninggalkan harta benda maka untuk ahli warisnya”. (HR. al-Bukhari)

Dalam sabda Nabi Saw tersebut di atas, secara jelas disebutkan bahwa Nabi Saw mempersilahkan kaum muslim untuk menshalati jenazah (yang masih dalam keadaan berhutang) akan tetapi Nabi Saw tidak mengikuti shalat jenazah sampai ada yang mau menanggungnya. Akan tetapi kemudian Nabi bersedia menjadi wali bagi kaum muslim yang masih mempunyai hutang bagi yang tidak bisa melunasinya. Menurut Imam Nawawi dalam kitab syarahnya, beliau mengatakan bahwa Nabi Saw melarang shalat jenazah adalah sebagai peringatan agar tidak menganggap kecil perkara hutang dan menurutnya pula bahwa hutang merupakan suatu hal yang dibenci Nabi Saw karena bisa menyebabkan tidak diijabahnya doa orang yang berhutang tersebut.
Berangkat dari fenomena di atas, dirasa perlu untuk dikaji lebih jauh mengenai hadis Nabi Saw tentang akibat meninggalkan hutang di dunia. Dengan demikian penelitian yang akan kami lakukan sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Nabi Muhammad saw tidak menyukai orang yang berhutang sampai Nabi Saw tidak mau menshalati jenazah yang masih berhutang dan belum ada yang menanggungnya. Selain itu untuk memotivasi bagi orang yang masih berhutang agar mereka dengan daya dan upayanya untuk melunasi hutangnya.

B. Batasan Masalah
Dari latar belakang tersebut, penulis tidak akan meneliti permasalahan hutang-piutang secara detail, akan tetapi penulis akan memfokuskan penelitian mengenai kualitas hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia baik sanad ataupun matan hadis dalam kitab Shahih al-Bukhari yang dianggap sebagai kitab yang paling shahih sebagai kitab hadis walaupun sebenarnya hadis ini juga terdapat dalam kitab-kitab hadis yang lain dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kontekstualisasi hadis tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini antara lain:
a. Bagaimana kualitas sanad dan matan hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia dalam kitab Shahih al-Bukhari?
b. Bagaimana kontekstualisasi pemahaman hadis tersebut di zaman sekarang sebagai pedoman sehari-hari?

D. Tujuan Penelitian
Mengacu pada rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Untuk memperoleh kejelasan secara komprehensif kualitas sanad dan matan hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia dalam kitab Shahih al-Bukhari.
b. Untuk mengetahui kontekstualisasi pemahaman hadis tersebut di zaman sekarang dalam kehidupan masyarakat sebagai pedoman sehari-hari.

E. Manfaat dan Kegunaan Penelitian
Melihat dari rumusan masalah dan tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini mempunyai manfaat dan kegunaan sebagai berikut:
a. Memberikan kontribusi ilmu pengetahuan mengenai kualitas hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia kepada masyarakat.
b. Memberikan pemahaman tentang hadis tersebut dalam konteks masyarakat sekarang agar masyarakat berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini terutama mengenai masalah hutang-piutang.

F. Tinjauan Pustaka
Sejauh pengetahuan penulis baru sedikit buku yang membahas masalah hutang terutama yang berkaitan dengan kualitas hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia dan tentang pemahaman hadis tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Di antara buku yang membahas masalah tersebut adalah buku yang berjudul Halal dan Haram dalam Islam, karya Yusuf Qardhawi yang diterjemahkan oleh Muammal Hamidy. Dalam buku tersebut Yusuf Qardhawi menyuruh umat Islam agar hidup sederhana dan tidak perlu berhutang, karena menurutnya Rasulullah Saw membenci hal tersebut dan juga dia mengungkapkan bahwa Nabi Saw sampai tidak mau menshalati jenazah yang ketahuan masih berhutang dan belum ada yang menanggung hutang tersebut.
Selain buku karya Yusuf Qardhawi tersebut, ada juga buku yang berjudul Mausu’atul Ijma’ karya Sa’di Abu Habib yang diterjemahkan oleh Ahmad Sahal Mahfud dan Mushthafa Bishri. Buku ini menjelaskan tentang wajibnya pembayaran hak-hak berupa harta yang wajib atas orang mati dan tidak ada perbedaan apakah hak itu akan dibayar oleh ahli warisnya atau bukan. Bila hutangnya sudah dilunasi, ia terbebas dari tanggungan. Dalam buku ini juga disebutkan bahwa orang yang meninggal tetapi masih mempunyai tanggungan hutang dan belum dilunasi, kelak di akhirat akan diambil kebaikannya dan bila habis, maka amal-amal buruk yang memberi hutang akan dilimpahkan kepadanya sampai hutangnya lunas dan dia (yang berhutang) akan dihukum di neraka.
Ada juga sebuah buku yang berjudul Problematika dan Penerapan Syariat Islam dalam Undang-Undang karya Muhammad Sa’di al-Asmawi yang diterjemahkan oleh Saiful Ibad. Dalam buku ini al-Asmawi mengungkapkan bahwa saksi dalam hutang-piutang yang terdapat dalam al-Qur’an yakni dua orang laki-laki atau satu orang laki-laki dan dua orang perempuan itu bukan aturan yang tidak dapat diubah-ubah, karena menurutnya kondisi sekarang sudah berbeda dengan kondisi zaman dahulu. Oleh karena itu menurutnya harus ada kreasi manusia dalam membahas masalah-masalah muamalah sesama manusia.
Selain itu, ada juga buku Indahnya Syariat Islam karya Ali Ahmad al-Jarjawi yang diterjemahkan oleh Faishal Shaleh dan kawan-kawan. Dalam buku tersebut disebutkan tentang hikmah menjamin hutang seseorang apabila seseorang yang berhutang itu tidak mampu membayar hutangnya. Hikmah tersebut antara lain: memberikan ketenangan kepada orang yang mengutanginya, menghindari perlakuan buruk saat penarikan hutang dari orang yang ditagihnya, dan juga akan terciptanya sikap saling mencintai dan saling menyanyangi di antara sesama manusia.
Semua buku tersebut memang membahas perihal hutang-piutang, akan tetapi belum mengungkap kualitas hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia beserta interpretasi hadis agar masyarakat memahami konteks hadis tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian masih perlu dilakukan penelitian tentang hadis yang membahas masalah tersebut.

G. Metode Penelitian
1. Sumber data
Dalam melakukan penelitian ini, penulis akan melakukan penelitian dengan menggunakan bahan kepustakaan (library research). Maka teknik yang akan digunakan adalah pengumpulan data secara literer, yaitu penggalian bahan pustaka yang sesuai dan berhubungan dengan objek pembahasan. Adapun sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitik yaitu dengan mengumpulkan data-data yang ada, kemudian mengadakan analisa yang interpretatif. Oleh karena itu, sumber data dalam penelitian ini dipilah menjadi dua bagian: pertama, data primer yaitu hadis-hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia yang terdapat dalam berbagai kitab antara lain: kitab Shahih Al-Bukhari, kitab Shahih Muslim, kitab Sunan Tirmidzi, dan kitab Sunan Ibnu Majah beserta kitab syarah dari kitab-kitab tersebut dan juga kitab-kitab perawi hadis yang digunakan untuk meneliti kredibilitas para perawi. Kedua, data sekunder yaitu kitab-kitab tafsir al-Qur’an dan juga buku-buku yang membahas tentang masalah yang berkaitan dengan hadis tersebut.

2. Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini, penulis mengumpulkan data-data penelitian dengan cara sebagai berikut:
a. Mula-mula penulis mencari hadis dengan menggunakan metode takhrij hadis yakni mencari hadis melalui kata-kata dalam matan hadis yaitu kata dain dalam kitab Mu’jam Mufahras karya A.J. Wensinck. Kemudian dikumpulkan hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia yang terdapat dalam berbagai kitab hadis yakni: kitab Shahih Al-Bukhari dalam bab Nafaqah dan bab Hutang, kitab Shahih Muslim dalam bab Barang siapa yang meninggalkan harta maka untuk ahli warisnya, kitab Sunan Tirmidzi dalam bab Apa yang terjadi pada orang yang berhutang, dan kitab Sunan Ibnu Majah dalam bab Barang siapa yang meninggalkan hutang atau barang maka atas Allah Swt dan rasulNya. Setelah dikumpulkan hadis tentang masalah tersebut kemudian dikumpulkan juga syarah-syarah dari kitab-kitab hadis tersebut dan juga dikumpulkan kitab-kitab perawi hadis tersebut yang digunakan untuk mengetahui kredibilitas para perawi hadis tersebut.
b. Berikutnya, dikumpulkan data-data sekunder yakni kitab-kitab tafsir al-Qur’an yang membahas masalah yang berkaitan dengan hadis yang diteliti tersebut dan juga buku pendukung untuk mendalami masalah yang berkaitan dengan hadis tersebut.

3. Analisis Data
Dalam menganalisis data-data yang telah didapatkan untuk membahas masalah tentang hadis akibat meninggalkan hutang di dunia dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Setelah data-data primer telah dikumpulkan, maka penulis memfokuskan penelitian terhadap hadis yang ada di dalam kitab Shahih Al-Bukhari, sedangkan hadis yang ada di kitab yang lain digunakan sebagai pendukung. Selanjutnya penulis membagi penelitian hadisnya menjadi dua bagian yaitu: penelitian sanad dan penelitian matan. Dalam penelitian sanad, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
• Meneliti pribadi para periwayat dan metode periwayatannya (shighah tahammul wa al-ada’).
• Mengaplikasikan teori al-jarh wa al-ta’dil.
• Meneliti tentang ‘llat dan Syadz.
• Mengambil kesimpulan.
Adapun dalam penelitian matan, penulis menggunakan cara-cara sebagai berikut:
• Meneliti matan setelah melihat kualitas sanad.
• Meneliti susunan lafaz berbagai matan semakna.
• Meneliti kandungan hadis dihubungkan dengan konteks zaman sekarang.
• Mengambil kesimpulan.

b. Data-data sekunder digunakan untuk memahami kandungan matan hadis tersebut. Dengan data-data seperti tafsir al-Qur’an akan dapat diketahui apakah hadis yang diteliti bertentangan dengan ayat al-Qur’an ataukah sebaliknya memperkuat kandungan hadis tersebut. Dalam memahami hadis, penulis menggunakan buku-buku pendukung dalam memahami kandungan hadis tersebut agar kandungan hadis tersebut menjadi lebih valid. Setelah itu menganalisis hadis dengan konteks sekarang agar masyarakat memahami hadis tersebut dan bisa menerapkan kandungan hadis tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

H. Sistematika Pembahasan
Dalam menulis penelitian ini, penulis menyusunnya dengan sistematika pembahasan sebagai berikut:
a. Bab pertama: pendahuluan. Dalam bab ini, penulis mengawali penelitian ini dengan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat dan kegunaan penelitian, tinjauan pustaka, kerangka teori, metode penelitian, serta sistematika pembahasan.
b. Bab kedua: kajian teori meliputi teori penelitian hadis. Di sini terdiri dari beberapa hal yaitu: pengertian hadis, latar belakang penelitian hadis, langkah penelitian sanad dan matan hadis dan juga tentang jarh wa ta`dil beserta lafadz-lafadznya.
c. Bab ketiga: deskripsi hadis dan biografi perawi. Penulis berusaha mendeskripsikan hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia yang ditinjau dari segi sanad dan matan, diawali dengan menuliskan teks hadis, mengungkapkan seluruh sanad hadis yang ada di berbagai kitab, mengungkapkan juga seluruh matan hadis yang diriwayatkan berbagai perawi hadis, mengungkapkan juga seluruh biografi para perawi hadis. Dalam bab ini yang akan diteliti adalah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari.
d. Bab keempat: analisa sanad dan matan hadis. Dalam bab ini penulis berusaha menganalisa sanad hadis sesuai dengan standar keshahihan sanad sebuah hadis. Dalam bab ini sanad yang akan diteliti adalah sanad hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab Shahih al-Bukhari. Di samping itu penulis juga mengalisa matan hadis sesuai dengan standar keshahihan matan sebuah hadis. Proses ini dilakukan agar dapat memahami matan hadis sehingga dapat diketahui maksud dari hadis tersebut dan terhindar dari pemahaman yang rancu atau membingungkan. Bab ini ditutup dengan kontekstualisasi hadis tentang akibat meninggalkan hutang di dunia tersebut, untuk menghantarkan pemahaman kepada masyarakat.
e. Bab kelima: penutup. Penulis berusaha menyimpulkan dari analisa yang telah dikemukakan sebagai hipotesa dalam menyelesaikan masalah, serta berisi saran-saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penelitian ini, dan diakhiri dengan kata penutup.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s