cerpen hidup adalah perjuangan 2

HIDUP ADALAH PERJUANGAN (CERITA AKHWAT NGAWI DI BUMI BEKASI)

berawal dari perkenalan di komunitas facebook inilah saya baru mengenal akhwat ini. dia lahir dalam lingkungan pesantren di sebuah kota di perbatasan jawa tengah dan jawa timur. karena lingkungannya merupakan lingkungan pesantren yang ternama, akhirnya selepas SMP diapun mencoba untuk mengarungi hidup di sebuah kawah candra dimukanya sebuah pesantren.

dia masuk ke pesantren ini sekitar tahun 2002 dari lulusan SMP. hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dia arungi perjalanan dia di pesantren ini. akan tetapi setelah tiga tahun lamanya ketika dia merasakan dirinya mereka tidak kerasan (tidak betah) berada di pondok yang dia jalani selama ini. dia merasa nuansa pondok yang berada di dalamnya membuat dirinya merasa ada yang mengganjal. akhirnya ketika dia berda di kelas 5 (kelas di pondok tersebut) dia memutuskan untuk meninggalkan pondok yang telah memberinya berbagai macam kenangan. karena di tinggal di lingkungan pesantren tersebut, akhirnya banyak para asatidzah yang berdatangan ke rumahnya menanyakan perihal asbab dia meninggalkan pondok tersebut. berbagai upaya dilakukan para asatidzah untuk membuatnya kembali ke kawh candra dimuka di pesantren tersebut. akan tetapi karena tekatnya yang sudah bulat, akhirnya di meninggalkan pondok tersebut.

selepas dari pondok tersebut, dia mendapatkan sebuat keterangan yang bisa membuat dia melanjutkan studinya diluar pesantren yang dia telah tinggalkan. akhirnya dia masuklah di SMA yang berada di sekitar daerahnya tersebut. sebelum dia memasuki SMA yang dipilihnya, bapak sekolah SMA berujar: “nak, kamu yakin memilih sekolah kami. kamu kan berasal dari pesantren yang besar lho”, dia pun berujar: “insya Allah pak”. di bulan pertama, bapak sekolah tadi menempatkan dia di jurusan IPA. akan tetapi karena latar belakangnya berasal dari pesantren yang kurang tentang ilmu pastinya, akhirnya di bulan kedua dia pindah ke jurusan IPS. alhamdullilah setelah enam bulan saja di SMA, akhirnya dia berhasil menamatkan studinya di jenjang SMA.

perjuangan hidupnya pun belum selesai sampai di situ. akhirnya setelah lulus dari jenjang SMA, dia pun meninggalkan daerah tempat tinggalnya menuju ke kota bekasi untuk melanjutkan studinya di jenjang perguruan tinggi. sebelum pergi dia bertekad akan melanjutkan kuliahnya dengan biaya sendiri. dia pun pergi ke kota bekasi dan bertempat tinggal di saudaranya yang banyak tinggal di bekasi.

perjuangan hidupnya yang ingin mandiri pun dimulai. setelah tiba di bekasi dia pun mendaftar di STIT darul arqon dan mencoba mengajar si sebuah TKIT dan memberikan les. karena waktunya di isi dengan kegiatan ngajar dan les, dia pun mengambil kuliahnya di siang hari. pagi hari sampai siang hari dia gunakan untuk mengajar di TKIT, siang harinya dia gunakan untuk kuliah, sedang sore harinya dia gunakan untuk memberikan les di orang lain.

pada awal dia mengajar di TKIT, banyak para wali murid yang tidak berkenan dengan metode pengajarannya. dia pun pada awalnya sering di caci, di demo dll karena metode pengajarannya di TKIT. ketika saya bertanya kenapa dia memilih mengajar di TK, dia menjawab: mengajar di TK merupakan sebuah naluri, di mana dia menganggap bahwa dengan mengajar di TK dia akan belajar menjadi seorang ibu di kemudian hari. menurutnya, mengajar di sebuaah TK akan berdampak positif bagi kedewasaan dirinya. dia menuturnya kepada saya tentang salah satu kejadian ketika dia mengajar, ketika ada muridnya sebut saja Andi merebut pensil dari Seno dia tidak lantas memarahi Andi yang telah merebut pensil tadi, akan tetapi dia memberikan pengertian bahwa pensil tadi itu milik Seno, kalo Andi ingin pinjam pensil Seno, bilang dengan baik2, jangan maen rebut begitu karena Allah tidak suka terhadap perilaku tersebut.

dia mengatakan pada saya tentang senangnya hati dia ketika dia bisa membayar uang spp di tempat kuliahnya dengan hasil jerih payah yang dilakukannya. saya menganggap dia itu seperti kartini yang tidak menyerah di tengah keterbatasan biaya. walaupun dia mengatakan bahwa kuliahnya terseok2 karena keterbatasan biaya yang diperolehnya dia tidak lantas menyerah. menurutnya, “UNTUK MENGGAPAI SESUATU, TIDAK ADA JALAN YANG INSTAN. SEMUANYA BUTUH PENGORBANAN”. benar, semua butuh pengorbanan. dia berkorban membanting tulang untuk membiayai kuliahnya. MELIHAT ORANG SUKSES, BUKANLAH MELIHAT KETIKA DIA SUDAH SUKSES. AKAN TETAPI KITA HARUS MELIHAT PROSES DIA MENCAPAI KESUKSESAN ITU.

oh ya, dia mengatakan sedang menunggu seseorang yang bisa berjuang bersama dia dalam bahtera yang lebih besar, bahtera yang akan mengarungi kehidupan dunia sampai akhirat. semoga dia mendapatkan seseorang yang mampu menjaga. amin.

Iklan

2 thoughts on “cerpen hidup adalah perjuangan 2

  1. Cerpen nya bagus banget nih,bahasanya juga mudah di mengerti dan banyak sekali nilai moral yang bisa kita dapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s