Management Dalam Islam

ORGANISASI DAN KEBUTUHAN
AKAN MANAJEMEN

Setiap organisasi harus memiliki tujuan atau maksud. Tujuan tersebut dapat berbeda- beda, maka tanpa suatu tujuan yang jelas, sebuah organisasi tidak layak berada ditengah- tengah kita. Untuk mencapai tujuan- tujuan yang dikehendaki sebuah organisasi hendaklah memiliki satu program atau metode tertentu. Organisasi kita tidak hidup dalam kesendirian, tetapi berada diantara sebuah lingkungan bersama organisasi- organisasi lainya dan dari organisasi lainya itulah sumberdaya yang dibutuhkan akan diperoleh organisasi kita. Akhirnya sebuah organisai haruslah memiliki pimpinan atau manajer yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuannya. Maka tanpa sebuah manajemen yang efektif sebuah organisasi tidak akan dapat berbuat banyak.

Berbicara tentang bagaimana organisasi-organisasi dikelola atau mungkin bebicara lebih jauh lagi, sedikit dalam uaraian singkat ini kita akan mempelajari organisasi formal tentang betapa pentingnya peran seorang manajer dalam sebuah organisasi dalam mewujudkan tujuannya.

”Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa- penguasa di bumi dan Dia yang meninggikan sebagian kamu atas sebagian ( yang lain ) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan- Nya kepadamu. Sesungguhnya tuhanmu amat cepat siksaan- Nya dan sesungguhnya Dia Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al- An’aam: 165).

Ayat ini menjelaskan bahwa peranan manusia tidak ada yang sama dalam mengatur kehidupan dunia yang merupakan sunnatullah dan sebagai ujian bagi manusia, maka seorang manajer yang baik akan selalu berusaha agar kedudukannya memberikan kemudahan dan kesejahteraan bagi orang lain.

Dalam prakteknya, banyak terdapat tingkatan- tingkatan manajemen, mereka bekerja dengan para bawahanya, terlibat perencanaan untuk orang lain, mengorganisir pekerjaan, serta menghabiskan kira- kira dua pertiga waktunya untuk untuk bercakap- cakap, mendengarkan, menghadiri rapat dan seterusnya.

Terdapat beberapa perbedaan antara eksekutif dan manajer walaupun mereka sama- sama mempunyai bawahan yang juga manajer, selain itu ada yang disebut supervisor yang memiliki bawahan yang bukan manajer. Kegitan mereka secara otomatis jelas berbeda. Manajer tingkat lebih tinggi/ puncak menghabiskan waktunya untuk perencanaan dan penentuan tujuan dan bertanggung jawab atas pengambilan keputusan serta kebijakan dan strategi dalam organisasi. Manajer Madya kemudian menterjemahkan tujuan- tujuan ini menjadi proyek khusus untuk bawahan mereka. Sedangkan manajer tingkat bawah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengarahkan dan mengawasi tugas- tugas dalam proyek tersebut.

Sedangkan tugas supervisor adalah menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Ini memerlukan ketrampilan khusus dalam mengelola, bergaul dengan bawahan dan metode kerja yang baik.

Untuk itulah betapa pentungnya sebuah manajemen dan para penulis sepakat bahwa fungsi pokok manajemen adalah :
1. Perencanaan (planning).
2. Pengorganisasian ( Organizing).
3. Penyusunan (Staffing).
4. Pemimpin ( Leading).
5. Pengawasan (Controling).

Para manajer melakukan apa yang sering disebut dengan “Proses manajemen”. Secara umum yang dimaksud manajemen adalah ”Proses mengkoordinasi dan mengintregasikan kegiatan- kegiatan kerja agar diselasaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain”.
APAKAH MANAJEMEN MERUPAKAN BAGIAN DARI SYARIAT ISLAM?

Dalam pandangan islam, segala sesuatu harus dilakukan secara rapi, benar , tertib dan teratur. Proses- prosesnya harus diikuti dengan baik. Sesuatu tidak boleh dilakukan secara asal- asalan. Hal ini merupakan prinsip utama dalam ajaran islam.
Rasulullah SAW bersabda :
“Sesungguhnya Allah sanagt mencintai ornag yang jika melakukan suatu pekerjaan secara itqan (tepat, terarah, jelas dan tuntas).” HR Thabrani

Sebenarnya manajemen dalam arti mengatur segala sesuatu agar dilakukan dengan baik, tepat dan tuntas merupakan hal yang disyaratkan dalam ajaran Islam.

“Allah Swt mewajibkan kepada kita untuk belaku ihsan dalam segala sesuatu” HR Muslim.
Kata ihsan bermakna melakukan sesuatu secara maksimal dan optimal. Tidaklah seorang muslim melakukan sesuatu tanpa perencanaan, tanpa adanya pemikiran, dan tanpa adanya pemikiran serta penilitian, kecuali sesuatu yang bersifat emergency.
Bila kita melakukan sesuatu dengan benar, baik, terencana dan terorganisasi dengan rapi, maka insyaAllah kita akan terhindar dari keragu- raguan dalam memutuskan atau mengerjakan sesuatu.

“Diantara baiknya, indahnya keislaman seseorang adalah ia selalu meninggalkan perbuatan yang tidak ada manfaatnya” HR. Tirmidzi

Perbuatan yang tidak ada manfaatnya adalah sama dengan perbuatan yang tidak pernah direncanakan. Allah SWT mencintai kegiatan yang termanaj dengan baik, sebagaimana dijelaskan dalam Al- Qur’an surah Ash- Shaff:4
“Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang- orang yang berjuang dijalan- Nya dalam barisan yang teratur seakan- akan mereka seperti suatu bangunan yang tersususn kukuh”. Kukuh disini bermakna adanya sinergi yang rapi antara bagian yang satu dan bagian yang lain.

Dengan organisasi yang rapi, akan dicapai hasil yang lebih baik daripada yang dilkakukan secara individual. Organisasi apapun, akan senantiasa membutuhkan manajemen yang baik.

Ali bin Abi thalib menggambarkan betapa kebatilan yang diorganisir dengan rapi akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik. Intinya, Ali bin Abi Thalib ingin mendorong kaum miuslimin agar jika melakukan sesuatu yang hak, hendaknya ditata dan disusun dengan rapi agar tidak terkalahkan oleh kebatilan yang disususn secara rapi.

Dalam menejemen islam, yang hal dititkberatkan adalah perilaku yang terkait dengan nilai- nilai keimanan dan ketauhidan, sehingga diharapkan setiap orang perilakunya akan terkendali dan tidak terjadi perilaku- perilaku tercela,karena ia menyadari adanya pengawasan dari Allah SWT.

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia kan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan ’kejahatan seberat dzrrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (Az- Zalzalah: 7-8).

Hal ini berbeda dengan perilaku dalam manajemen konvensional yang sama sekali tidak terkait dengan nilai- nilai tauhid. Tidak merasa adanya pengawasan yang melekat kecuali pengawasan dari pemimpin atau atasan. Setiap kegiatan dalam manajemen diupayakan menjadi amal shaleh yang bernilai abadi dengan beberapa persyaratan sebsgai berikut:
1. Niat yang Ikhlas karena Allah SWT.
“Padahal mereka tidak disurh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada- Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dam supaya mereka mendirikan shalt dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agam yang lurus” ( Al- Byyinah:5).
2. Tata cara pelaksanaan sesuai dengan syariat.
Segala amal perbuatan yang kita lakukan hendaknya sesuai apa yang diajarkan Allah dan Rasul- Nya dan jangan sekali kali mengejakan sesuatu tanpa ada dasar atau contohnya/ Bid’ah
3. Dilakukan dengan penuh kesungguhan.
Kesungguhan/ Mujahadah merupakan bukti dari keikhlasan kita dalam berbuat/ melaksanakan segala sesuatu.

Berbicara mengenai manajemen sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan perilaku. Sehingga dengan pemahaman ini diharapkan akan membawa seseorang bagaimana ia berperilaku secara benar dan konsisten, sehingga tanggungjawabnya bukan hanya kepada pemimpin semata, tetapi lebih dari itu ialah tanggungjawab kepada Allah swt.

Struktur organisasi sangatlah perlu. Adanya struktur dan stratifikasi dalam islam dijelaskan dalam Al- Qur’ an surat A—An’aam:165.

Kinerja Manager dan Organisasi
Seberapa jauh sebuah organisasi mencapai tujuannya dan memenuhi kebutuhan masyarakat, atau kedua- duanya, sangatlah tergantung pada manajernya. Jika organisasi- organisasi besar suatu negara berhasil mencapai tujuan- tujuan mereka, negara sebagai keseluruhan akan berhasil.

Dua konsep tentang manajemen yang diutrakan oleh Peter Drucker adalah Efisiensi dan Efektifitas. Efisiensi berarti “menjalankan pekerjaan dengan benar”, sedangkan Efektifitas berarti “menjalankan pekerjaan yang benar”.
Efisiensi mengacu pada hubungan antara masukan dan keluaran yang bertujuan untuk meminimisasi biaya- biaya sumber. Sedangkan Efektifitas seringkali dilukiskan sebagai “melakukan hal- hal yang tepat” untuk pencapaian tujuan.
PROSES MANAJEMEN

Salah satu definisi Manajemen adalah sebagai “seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang- orang” atau “seni dari tercapainya segala sesuatu pekerjaan melaluai oarang- orang” (the art of getting thingsdone througt people). Definisi manajemen oleh Mary Parker Follet ini mendapat perharian berdasarkan kenyataan bahwa manajer mencapai tugas organisasi dengan cara mengatur oarang- oarang lain untuk menjalankan tugas- tugas apapun yang perlu.

Proses adalah suatu cara yang sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan. Untuk memahami sesuatu yang kompleks seperti halnya manajemen, akan lebih mudah kalau manajemen itu dimisalkan sebagai suatu rangkaian yang terpisah- pisah yang kita kenal sebagai model. Sebuah model adalah penyederhanaan atas dunia nyata yang dipakai untukmenggambarkan hubungnan- hubungan yang kompleks dalam bentuk yang lebih mudah untuk dipahami.

Jadi yang dimaksud dengan PROSES MANAJEMEN adalah serangkaian keputusan dan kegiatan kerja yang terus menerus dimana manajer terlibat sewaktu mereka merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan.

Seorang Manajer membutuhkan ketrampilan- ketrampilan tertentu dalam menjalankan tugasnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Robert L. Katz bahwa seoarng manajer membutuhkan tiga keahlian/ ketrampilan hakiki, yaitu:

Ketrampilan Teknis
mencakup pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus tertentu.

Ketrampilan Manusiawi
kemampuan untuk bekerja dengan baik bersama orang lain, baik secara individual maupun dalam kelompok.

Ketramplan Konseptual
kemampuan untuk berfikir dan menggagas situasi-n situasi abstrak, untuk melihat organisasi sebagai suatu kesamaan dan hubungan diantara sub- sub unit, dan untuk menggambarkan bagaiman organisasi dapat masuk dalam suatu lingkungan.
Manajer adalah sebagai perencana, pengorganisasi, pemimpin, dan pengendali organisasional. Sesungguhnya setiap manajer memainkan peran yang jauh lebih luas untuk menggerakkan organisasi ke arah sasaran- sasaranya yang sudah ditetapkan. Dalam arti luas “peran” adalah pola perilaku yang diharapkan seseorang dalam suatu unit fungsional. Jadi peran- peran itu terkandung dalam fungsi- fungsi.

Henry Mintzeberg melakukan kajian mengenai peran manajerial, Ia menyimpulkan bahwa terdapat kesamaan yang kuat dalam perilaku manajer pada semua tingkatan, bahwa semua manajer mempunyai wewenang yang formal atas unit- unit organisasi mereka sendiri dan memperoleh status dari wewenagng tersebut. Status ini mengakibatkan semua manajer terlibat dalam hubungna antar-pribadi dengan bawahan,rekan, dan atasan, yang pada giliranya mereka ini memberikan pada manajer, informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan.

Peran Antarpribadi
Peran yang meliputi kegiatan- kegiatan simbolis/ figiritas/ tokoh, pemimpin dan penghubung, sehingga membantu manajer menjaga keberlangsungan organisasinya agar berjalan dengan lancar.

Peran Informasional
Manajer membutuhkan informasi untuk mengambil keputusan yang tepat, untuk itu sangat diperlukan peran- peran yang meliputi kecepata dan keakuratan memantau, menyebarkan dan juru bicara.

Peran Pengambilan Keputusan
Menurut Mintzberg, informasi adalah masulan dasar untuk pengambilan keputusan bagi para manajer yang meliputi Kewirausahaan, Penanganan gangguan, Pengalokasi sumber daya dan Perundangan.

MANAJER YANG BAIK ATAU BAWAHAN YANG BAIK?
Antara manajer yang baik dan karyawan yang baik, siapakah yang lebih penting dalam menentukan efektifitas dan efisiensi? Jawabannya adalah kedua- duanya. Manajer yang jujur dan tegas, biasanya akan menyebabkan bawahanya itu jujur. Akan tetapi bawahan yang jujur belum tentu menjadikan manajer jujur, sehingga faktor kepemimpinan sangat menentukan. Oleh karena itu, keteladana merupakan aspek yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang manajer.

TIPE MANAJER YANG DIPERLUKAN DALAM MANAJEMEN ISLAMI
Beberapa tipe manajer yang baik:
1. Ketegasan.
Manajer yang dibutuhkan saat ini adalah manajer yang mempunyai ketegasan dalam menentukan sikap.
2. Musyawarah.
Manajer yang baik adalah manajer yang selalu bermusyawarah yang esensinya adalah saling tukar pendapat, mendengarkan keluhan- keluhan bawahannya.
3. Keterbukaan.
Seperti yang dicontohkan oleh Umar bin khattab. Beliau adalah seorang manajer sekaligus pemimpin yang baik. Manajer yang baik adalah manajer yang transparan dan terbuka dalam segala hal, menyangkut pekerjaan dan kebijakan dan lainya.
4. Pemahaman yang mendalam terhadap tujuan organisasi.
Seorang manajer haruslah memehami dengan baik visi dan misi organisasi.

APAKAH ISLAM MEMBEDAKAN ANTARA MANAJER DAN LEADER
Idealnya adalah keduanya merupakan satu kesatuan, karena keduanya merupakan pemimpin.
sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya” (Mufaqun ‘Alaih dan Ibnu Umar).
Hadist diatas menjelaskan bahwa seorang manajer tidak boleh hanya menjadi orang yang seperti halnya mesin, hanya mengatur tanpa adanya hubungan dan komunikasi yang baik dengan bawahan. Serta menegaskan bahwa Islam tidak membedakan antara Leader dan manajer.

Sebenarnya dalam kenyataanya memang agak sulit untuk membedakan antara Leader dan Manajer. Kalaupun ingin dibedakan, hal itu dapat terjadi pada pembagian tugas saja.

KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILKI OLEH MANAJER ISLAMI
Setidaknya ada empat kemampuan yang harus dimilki.
1. Mampu menggerakkan motivasi para bawahannya.
2. Mampu memberikan tugas kepada bawahannya sesuai dengan keahlian masing- masing atau dengan kata lain mampu menempatkan orang- orang pada posisi yang tepat.
3. Mampu memberikan Reward
4. Mampu memberiak contoh yanga baik.
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri padahal kamu membaca Al- Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berfikir?” ( Al- baqarah:44).

Maka jika seoarang atasan menginginkan bawahanya baik, Ia hendaknya mengawali kebaikan itu dari dirinya sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s