Menikah Dulu Berumahtangga Kemudian

Assalaamu’alaikum Wr Wb
1. Jika anda bicara tentang islam, maka tak ada konsep yang terpisah antara menikah dengan berumah tangga. Berumahtangga adalah konsekuensi otomatis dari menikah. Kecuali pas setelah menikah salah satunya meninggal dunia, maka itu berarti keduanya tak sempat menikmati kehidupan berumahtangga setelah menikahnya. Ini tetap berlaku meskipun seandainya suami istri hidup terpisah, mereka berumahtangga dengan cara terpisah dan hanya berjumpa sekali-sekali. Berarti inilah tantangan rumahtangga pasangan ini.
2. Bisa atau tidaknya, merepotkan atau tidaknya, membahayakan kehormatan atau tidaknya kehidupan berumahtangga yang terpisah itu, tak ada ketentuan pasti. semua tergantung situasi dan kondisi yang tak bisa dimutlakkan. Namun secara umum dan kasat mata berdasarkan apa yang selama ini sering kami dengar, kehidupan suami istri yang terpisah membawa potensi perselingkuhan yang besar. Dan harus diingat bahwa hukuman bagi muslim pezina yang sudah menikah adalah dirajam sampai mati. Ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita betapa pentingnya hal ini dalam menjaga fitrah manusia.
3. Soal penundaan kelahiran, sebaiknya anda konsultasi dengan ahli fikih tentang boleh tidak metodenya, dan dengan dokter kandungan tentang teknisnya.
4. Untuk saling percaya dan saling pengertian, harus timbal balik dan harus mengembangkan komunikasi yang baik. Wallahua’lam bishshowwaab
Wassalaamu’alaikum Wr Wb

HM Ihsan Tanjung dan Siti Aisyah Nurmi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s