Kiat Sukses di Bulan Ramadhan

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, tak terasa kita kita akan segera memasuki bulan ramadhan. Ada yang menyambutnya dengan gembira karena merasa ini adalah momentum terbaik bagi gugurnya dosa, meningkatnya harga pahala dan tersambungnya kembali jalinan silaturahim. Bulan penuh berkah, bulan penuh rahmah, bulan kembali kepada alquran dan ibadah. Seandainya setiap bulan adalah Ramadhan.

Di sisi lain ada juga sebagian dari kita yang biasa-biasa saja menyambut Ramadhan, tidak ada yang istimewa. Padahal Rasulullah SAW, mengajarkan kita untuk berdoa agar bisa disampaikannya pada bulan ramadhan. Ya Allah SWTberkatilah kami di bulan Rajab, berkatilah kami di bulan Sya’ban dan ijinkanlah kami untuk bertemu dengan bulan Ramadhan. Subhanallah, itulah keistimewaan Ramadhan sampai-sampai Rasulullah meminta seperti itu. Karena kita tidak tahu, apakah masih ada umur kita sampai ke bulan penuh berkah itu?

Ketika Ramadhan tiba proses menuju pendewasaan ruhani mulai bergulir; kebiasaan ibadah meningkat, semangat berzikir, salat berjamaah, melaksanakan aktivitas-aktivitas infak, shadaqah begitu kondusif. Menahan lapar, haus, seksual, mulai fajar hingga terbenam matahari dengan tulus dilaluinya. Membaca Alquran sampai khatam (tamat) ditempuh dengan semangat membara. Hal yang wajar jika amaliah di bulan suci Ramadhan begitu spektakuler dilaksanakan kaum muslimin. Inilah proses tercapainya derajat takwa yang akan membawa kepada kesuksesan.

Sebagaimana firman Allah SWTSWT dalam Al-Baqarah, 2: 185 yang berbunyi: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah SWTmenghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah SWTatas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan penuh suka cita dan mari pula kita raih kesuksesan di bulan Ramadhan dengan melakukan persiapan diri. Insya Allah SWTjika kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya kita akan mendapatkan hikmah dan berkah dari Ramadhan. Untuk itu kita perlu melakukan persiapan fisik (jasadiyah), mental (aqliyah), spiritual (ruhiyah), dan silaturahim.

Pertama, Jasadiyah, puasa terkait dengan menahan makan dan minum, oleh karena itu tubuh yang sehat dan kuat sangat dibutuhkan pada bulan puasa. Sangat disarankan untuk tidak melakukan kegiatan yang membahayakan fisik kita sebelum ramadhan sehingga tidak terjadi hal-hal yang menyebabkan tubuh kita sakit dan lemah. Pola makan kita di luar bulan puasa akan mempengaruhi fisik kita di awal Ramadhan, bagi yang tidak terbiasa berpuasa biasanya mengalami pusing-pusing. Beruntung bagi yang sudah terbiasa puasa sunnah, hanya tinggal melanjutkan kebiasaannya.

Kedua, Aqliyah, amal tanpa ilmu akan sia-sia. Ilmu yang terkait dengan menjalankan ibadah puasa cukup luas dan literatur bacaan mengenai puasa sudah banyak diterbitkan. Ada Fiqih Sunnah karya Sa’id Hawwa, Fiqih Puasa karya Sayyid Quthb dan masih banyak lagi. Dengan membaca buku-buku tersebut, Insya Allah SWTpemahaman kita tentang puasa akan lebih baik dan benar.

Ketiga, ruhiyah, berapa banyak orang yang puasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga? Itu dikarenakan puasanya tidak memiliki nilai spiritual sehingga ketika dia berpuasa pada hakekatnya hanya menahan lapar dan haus saja, tapi jiwanya tidak ikut berpuasa. Hatinya masih penuh dengki, hasad, hasud, iri, dendam bahkan pikirannya masih kotor. Seperti kita semua ketahui, puasa adalah ibadah istimewa karena memiliki nilai tarbiyah (pembinaan) langsung dari sang Khalik. Secara fisik bisa saja kita terlihat berpuasa tapi secara spiritual (ruhiyah) amat sulit menilainya, ia hanya bisa dirasakan oleh si pelaku puasa dan Allah SWTYang Maha Kuasa. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk membersihkan hati kita dari berbagai macam penyakit hati. Perbanyak dzikir dan shalat sunnah, menjaga pandangan, lidah dan pikiran.

Keempat, Silaturahmi, salah satu keberkahan dari bulan suci Ramadhan adalah silaturahim. Sebaiknya untuk meringankan beban dosa kita terhadap sesama, mohonkanlah maaf kepada saudara, sahabat, keluarga dan rekan kita, sehingga pada saat memasuki bulan puasa diri kita menjadi lebih ringan menjalaninya.

Selain yang telah di sebutkan di atas selama bulan ramadhan kita didik untuk sabar, ikhlas, ibadah, ihsan, dan istiqamah. Sabar adalah memilih nilai agama dan mengesampingkan hawa nafsu. Di saat tidur lelap kita bangun untuk sahur. Masih terasa kantuk segera mengambil air wudu untuk melaksanakan salat subuh dilanjutkan dengan ta’lim kuliyah subuh. Mata sayu karena kurang tidur, tubuh letih, tetapi dengan kesabarannya dijalani dengan penuh semangat. Inilah pendidikan sabar. Dalam sebuah hadist, Ibnu Huzaimah ditegaskan. “Bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan ganjaran kesabaran adalah surga.” Dan pula Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong kalian. (Al-Baqaah: 153).

Puasa di bulan Ramadhan hanya dapat dilaksanakan dengan ikhlas. Karena itu, orang melaksanakan puasa tidak karena riya, dalam puasa keutamaan mengharapkan keridhaan-Nya adalah segala-galanya. Selain itu kata ikhlas sendiri memiliki makna yang erat kaitannya dengan Akidah, ialah melaksanakan aktivitas semata-mata mengharapkan keridhaan-Nya. Menggantungkan segala kehidupannya hanya kepada Allah.

Melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan harus dengan penuh semangat, sebab ibadah adalah penghambaan diri kepada Allah SWTSWT. Disamping, ibadah adalah panggilan ruhaniah menuju Ilahi. Sebagaimana firman Allah SWTdalam surat Adz-Dzariyat: 56 yang berbunyi: “Dan tidaklan aku ciptakan jin dan manusia semata-mata untuk menyembah kepada-Ku.”

Ihsan ialah berbuat baik yang diimplementasikan dengan sikap meyakini seluruh akitivitasnya disaksikan oleh Yang Maha Agung. Dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 177 ditandaskan bahwa ihsan itu adalah memberikan harta yang dicintainya kepada karib kerabatnya, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil, orang yang minta-minta dan orang yang dimerdekakan. menyedekahkan harta yang dicintainya merupakan wujud ihsan.

Orang yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan haruslah istiqamah. Selama sebulan penuh mereka menjalankan ibadah tersebut tanpa tergoyahkan, penuh disiplin dan teguh pendirian karena mereka paham akan imbalan yang di berikan Allah SWTSWT kepada orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.

Dalam Bulan Ramadhan terdapat shalat Tarawih. Pernah suatu ketika sahabat-sahabat Rasulullah, bertanya mengenai fadhilah (kelebihan) sembahyang sunat terawih pada bulan Ramadhan yang diriwayatkan oleh Saiyidina Ali ra. Rasulullah bersabda:

Pada Pada malam 1 – Keluar dosa-dosa orang mukmin pada Pada malam pertama seperti ia baru dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.

Pada Pada malam 2 – Diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang sembahyang terawih serta kedua ibu bapanya (sekiranya mereka orang beriman).

Pada Pada malam 3 – Berseru Malaikat di bawah �Arash supaya kami meneruskan sembahyang terawih terus menerus semoga Allah SWTmengampunkan dosa engkau.

pada Pada malam 4 – Memperoleh pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan AL-Quran.

pada Pada malam 5 – Allah SWT kurniakan baginya pahala sebagaimana orang sembahyang di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.

Pada Pada malam 6 – Allah SWT kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Ma�mur (70 ribu Malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah SWTmengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang terawih pada Pada malam ini.

Pada Pada malam 7 – Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi �Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fir�aun dan Hamman.

Pada malam 8 – Allah SWT mengurniakan pahala orang sembahyang terawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah SWTIbrahim �Alaihissalam.

Pada malam 9 – Allah SWT kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambanya seperti Nabi Muhammad S.A.W.

Pada malam 10 – Allah SWT mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan di akhirat.

Pada malam 11 – Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baru dilahirkan.

Pada malam 12 – Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya).

Pada malam 13 – Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.

Pada malam 14 – Datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang terawih, serta Allah SWT tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.

Pada malam 15 – Semua Malaikat yang menanggung �Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakannya supaya Allah SWT mengampunkannya.

Pada malam 16 – Allah SWT tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.

Pada malam 17 – Allah SWT kurniakan orang yang bertarawih pahalanya pada Pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.

Pada malam 18 – Seru Malaikat: Hai Hamba Allah sesungguhnya Allah SWT telah ridha kepada engkau dan ibu bapa engkau (yang masih hidup atau mati).

Pada malam 19 – Allah SWT tinggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.

Pada malam 20 – Allah SWT kurniakan kepadanya pahala sekelian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.

Pada malam 21 – Allah SWT binakan sebuah istana dalam Syurga daripada Nur.

Pada malam 22 – Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru hara di Padang Mahsyar).

Pada malam 23 – Allah SWT binakan kepadanya sebuah bandar di dalam Syurga daripada Nur.

Pada malam 24 – Allah SWT bukakan peluang 24 doa yang mustajab bagi orang berterawih Pada malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).

Pada malam 25 – Allah SWT angkatkan daripadanya siksa kubur.

Pada malam 26 – Allah SWT kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada Pada malam ini seumpama 40 tahun ibadat.

Pada malam 27 – Allah SWT kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada Pada malam ini ketangkasan melintas atas titian Siratulmustaqim seperti kilat menyambar.

Pada malam 28 – Allah SWT kurniakan kepadanya 1000 darjat di akhirat.

Pada malam 29 – Allah SWT kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji yang mabrur.

Pada malam 30 – Allah SWT beri penghormatan kepada orang berterawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman: �Hai hambaKu: makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan di dalam syurga, dan mandilah engkau daripada air syurga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang bernama �Al-Kauthar��.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s