KETIKA HIDUP SEINDAH DI ALAM MIMPI

 

“Kring…kring…kring…!!!” terdengarlah bunyi jam beker warisan kakekku yang menunjukkan pukul 04.00 pagi WIB, aku bangun tidur dari tidur malamku yang seakan begitu singkat. Dengan mata masih terkantuk-kantuk, Aku mulai menggeliat dengan mengucek-ngucekkan mata.

“Ah…ternyata cuma mimpi…” ucapku dikala baru bangun.

Dengan masih ares-aresan, aku bangun dari kasurku yang empuk, yang terbuat dari kardus bekas mie instan menuju ke masjid untuk menunaikan shalat shubuh. Selesai shalat, akupun pulang ke gubukku yang indah di bilangan kota Jakarta yang terletak di tepi sungai nan jernih menurutku, sungai Ciliwung Jakarta.

“Bu…kenapa kita selalu hidup dalam kemiskinan sih…apakah Tuhan itu memang tidak adil kepada kita…??” tanyaku kepada ibu setelah sampai di gubukku yang indah.

“Husss…jangan bilang begitu nak…Tuhan itu Maha Adil kepada hambaNya…” jawab ibuku yang sedang menyiapkan makanan buatku, anak ibu yang tercinta.

“Lha trus, kenapa kita masih hidup miskin bu..?? ungkapku yang merasa agak kecewa mendengar jawaban ibuku.

“Nak…Tuhan menciptakan manusia di bumi ini dengan pasang-pasangan…ada malam, ada siang…ada laki-laki, ada perempuan…ada kaya, ada miskin….begitulah kebijaksanaan Tuhan kita…” ucap ibuku sambil tersenyum kepadaku dengan membawa sepiring nasi plus krupuk buat sarapanku pada pagi ini. Akupun hanya diam mendengarkan jawaban ibu.

“Nah…nih sarapannya….” ucap ibuku sambil menyodorkan sarapan kepadaku.

“Setelah sarapan, langsung mandi terus berangkat sekolah ya…” pesan ibuku kepadaku yang lagi lahap memakan sarapannya.

“Ya bu…” jawabku sambil makan dengan sedapnya sarapan buatan ibuku. Emang sedap sekali sarapan buatan ibuku ini, ucapku dalam hati.

##

Dalam perjalanan ke sekolah, aku masih mengingat-ingat mimpiku tadi malam. Sambil berjalan menuju sekolah, aku melamunkan mimpiku tadi malam. “Hemmm…enak sekali ya kalo jadi orang kaya…mau beli baju tinggal beli…ke sekolah tidak usah jalan kaki, tapi naek mobil sendiri”…ucapku dalam hati.

“Hayo..” ucap Santi yang mengagetkan lamunanku.

“eh, loe San..” jawabku sambil kaget.

“Ngelamunin apa sih loe Di..??” tanya Santi kepadaku dengan menyebut namaku, Abdi.

“Gak apa-apa kok…eh, enak kali ya San kalo jadi orang kaya..??” ucapku kepada Santi.

“Suka menghayal deh loe…jangan menghayal tinggi-tinggi, kalo jatuh sakit tau…” ucap Santi kepadaku.

“Gak apa tho San menghayal…emang salah orang kalo menghayal….weekk…” jawabku ketus mendengar jawaban Santi tadi.

##

Tak terasa mengobrol sama Santi sambil jalan, akhirnya sampai juga di sekolah SMP Terbuka khusus orang tak mampu. Walaupu aku sekolah di SMP Terbuka, aku merasa bersyukur karena masih bisa sekolah, banyak teman-temanku yang milih ngamen dari pada sekolah. “Emang apa gunanya sekolah, mending cari duit..” begitu kata mereka kalo aku ajak mereka sekolah. Sekolahku  ini sebenarnya gratis, dan emang diperuntukkan buat orang-orang miskin seperti aku ini.

“Bu…kenapa sih harus ada orang miskin…kenapa gak semuanya jadi kaya saja…apa emang Tuhan itu gak adil…??” tanyaku kepada bu guru di kelas. Pertanyaanku ini sama seperti yang aku tanyakan kepada ibuku di rumah karena aku ingin mendapat jawaban yang memuaskanku.

“Abdi…emang kepada kalo kita miskin…?? tidak ada yang salah dengan kemiskinan dan orang miskin….Tuhan itu tidak melihat hambaNya dengan harta yang dimiliki hamba itu….tapi melihat dengan ketakwaan hambaNya ketika beribadah kepadaNya…paham kan…” terang bu guru kepadaku sambil menampilkan senyum khas miliknya.

“Ya bu….” jawabku mendengar penjelasan bu Rina, bu guru yang masih muda dan berwajah cantik itu.

Mendengar penjelasan bu Rina tadi, aku menjadi lebih paham bahwa hidup yang dijalani manusia ini tidak mementingkan kaya atau miskin, akan tetapi hanyalah ketakwaan kita pada Tuhan. Walaupun begitu, aku masih sering membayangkan mimpi-mimpi indah sebagai seorang jutawan kaya raya yang bergelimang harta. “Ah…seandainya hidup ini seperti seindah mimpiku..” ujarku biasanya ketika selesai mimpi tentang dunia khayalan, dunia yang ada dalam mimpiku.

Iklan

3 thoughts on “KETIKA HIDUP SEINDAH DI ALAM MIMPI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s