JUAL JAKET ALMAMATER TERPERCAYA INDONESIA


 jas almamater 1 JAS ALMAMATER KONVEKSI CV. NORMAL
DESKRIPSI JAS ALMAMATER

– Diproduksi oleh konveksi CV. Normal

– Terbuat dari bahan Drill, Ventura kualitas VIP

– Bordir badge logo kampus, sekolah, organisasi (ormas), paguyuban
– Puring penuh/setengah badan
– Busa pundak
– Standart ukuran M,L,XL

HARGA JAS ALMAMATER

Harga JAS ALMAMATER ini per @ Rp. 250.000,00

Untuk pembuatan setiap kelipatan 1 kodi (20 Pcs), anda dapat diskon 1 Pcs.

Anda cukup membayar 19 Pcs setiap pembelian 1 kodi (20 Pcs).

INFORMASI DAN CARA PEMESANAN

JAS ALMAMATER ini bisa langsung ANDA MILIKI dengan melakukan pembelian

yaitu mentranfer Uang sesuai Pesanan ke:

Rekening Bank:
BNI

no Rekening: 0289638034

atas Nama: Amirul Bahri

 

 

Setelah itu Konfirmasi Pembelian bisa disampaikan ke

AMIRUL BAHRI, MSI (Owner) CV. NORMAL

08988290729

081575878246

atau melalui E-MAIL kami: 

amirulbahri1986@gmail.com

bahri_amir@ymail.com

AREA PELAYANAN PEMESANAN PRODUK CELANA PANJANG BAHAN CV. NORMAL

Setelah Anda Mentransfer Uang, segera lakukan konfirmasi melalui SMS, kemudian kami melakukan pengecekan paling lambat 1x24jam Produk akan kami kirim langsung pada hari yang sama selama hari kerja. 

Kami melayani Area di SELURUH INDONESIA dan LUAR NEGERI. Bagi Pelanggan dari Luar Negeri, harap Konfirmasi Pembayaran melalui EMAIL atau MELALUI akun Facebook kami. 

Untuk AREA INDONESIA, jasa pengiriman barang dengan via : Pandu Logistic dan TIKI. Untuk AREA LUAR NEGERI, jasa pengiriman barang dengan via: POS Indonesia.

 2221308_almamater1  Almamater022
DOMPU NTB
 SERANG-BANTEN
Iklan

TOKO JUAL ONLINE BATIK KHAS PEKALONGAN


Anda Membutuhkan Batik Khas Pekalongan dengan kualitas Istimewa.

Kami CV. Normal siap membantu anda.

DESKRIPSI:

Batik ini diproduksi oleh CV. Normal, sehingga kami bisa menjamin kualitas bahan produksi dengan istimewa.

Batik kami berlengan Panjang dan Pendek, menyesuaikan selera pelanggan, karena kami ada untuk memuaskan pelanggan

Batik kami berukuran: M, L dan XL. Jadi silahkan beli dan pilih ukuran yang sesuai dengan anda ^_^

HARGA:

HARGA PER @ (PER POTONG) CUMA RP. 60.000,00

HARGA PER KODI (20 POTONG) CUMA RP. 1.080.000,00 dengan ini anda mendapat diskon harga sebesar Rp. 120.000

” INFORMASI DAN CARA PEMESANAN  “

BATIK ISTIMEWA ini bisa langsung ANDA MILIKI dengan melakukan pembelian yaitu mentranfer Uang sesuai Pesanan ke:PRODUK BATIK

Rekening Bank: BTN 00512-01-58-000051-9 atas nama: AMIRUL BAHRI

Setelah itu Konfirmasi Pembelian bisa disampaikan ke:

AMIRUL BAHRI, MSI (owner) pemiliki konveksi cv. Normal

081575878246

08988290729

Atau melalui E-MAIL kami:

amirulbahri1986@gmail.com

bahri_amir@ymail.com

atau melalui Sosial Media ku:

facebook: http://www.facebook.com/amirul.elbasyary

bagi yang berminat jadi distributor, kami menyediakan harga dan bonus spesiaal.

AREA PELAYANAN PRODUK CV. NORMAL:
Setelah Anda Mentransfer Uang, segera lakukan konfirmasi melalui SMS, kemudian kami melakukan pengecekan paling lambat 1x24jam Produk akan kami kirim langsung pada hari yang sama selama hari kerja.

Kami melayani Area di SELURUH INDONESIA dan LUAR NEGERI. Bagi Pelanggan dari Luar Negeri, harap Konfirmasi Pembayaran melalui EMAIL atau MELALUI akun Facebook kami.

Untuk AREA INDONESIA, jasa pengiriman barang dengan via : Pandu Logistic dan TIKI. Untuk AREA LUAR NEGERI, jasa pengiriman barang dengan via: POS Indonesia.

Tip Sukses Mencari Kerja


Berikut ini adalah tips agar Anda tetap semangat dan percaya diri ketika harus berganti pekerjaan dan karir.

1. Buatlah CV baru

Buat surat lamaran kerja yang baru, lengkapi dengan curriculum vitae yang memuat detail setiap pencapaian karir Anda selama ini. Jangan lupa sertakan no telepon, hand phone, dan email.

2. Tetap semangat

Siapkan diri anda untuk menerima kemungkinan terburuk, namun tetap berusaha melakukan yang terbaik. Tetap fokus pada goal Anda dan ingatlah bahwa ada sebuah pekerjaan yang lebih baik menanti Anda di luar sana.

3. Cari dukungan

Beritahukan situasi sesungguhnya dengan keluarga dan teman. Tidak ada gunanya menarik diri dari pergaulan karena justru keluarga dan teman akan membantu Anda untuk tetap termotivasi dan bahkan bisa membantu mencari peluang baru untuk Anda.

4. Bersosialisasi

Lebih terlibat dengan komunitas di sekitar kediaman Anda. Bertemu dan berteman dengan banyak orang baru karena ini bisa membuka kesempatan untuk menemukan pekerjaan yang lebih dekat dengan tempat tinggal Anda.

5. Lingkungan rumah yang kondusif

Sediakan sebuah ruangan kecil di rumah Anda yang bisa berfungsi sebagai “kantor” sementara. Lengkapi dengan meja, telepon, komputer dan perlakukan selayaknya “kantor” untuk mencari kerja.

6. Berpikir positif

Hindari menggunakan kata-kata “pengangguran” , “susah menemukan pekerjaan”. Ganti dengan kata-kata yang lebih positif seperti “Pekerjaan yang lebih menjanjikan sedang menanti saya”

7. Perhatikan kesan pertama

Ketika akhirnya Anda diwawancara untuk sebuah pekerjaan, ingatlah bahwa hanya dibutuhkan 7 detik untuk memberikan kesan pertama. Gunakan sebaik-baiknya dengan tersenyum penuh percaya diri, berpenampilan rapi, sopan dan sesuai dengan keadaan. Berpenampilan rapi dan menarik akan meningkatkan rasa percaya diri Anda.

BUDIDAYA AYAM PETELUR


1.SEJARAH SINGKAT
Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak. Tahun demi tahun ayam hutan dari wilayah dunia diseleksi secara ketat oleh para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi dapat diambil telur dan dagingnya maka arah dari produksi yang banyak dalam seleksi tadi mulai spesifik. Ayam yang terseleksi untuk tujuan produksi daging dikenal dengan ayam broiler, sedangkan untuk produksi telur dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga kemudian dikenal ayam petelur putih dan ayam petelur cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga menghasilkan ayam petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul.

Menginjak awal tahun 1900-an, ayam liar itu tetap pada tempatnya akrab dengan pola kehidupan masyarakat dipedesaan. Memasuki periode 1940-an, orang mulai mengenal ayam lain selain ayam liar itu. Dari sini, orang mulai membedakan antara ayam orang Belanda (Bangsa Belanda saat itu menjajah Indonesia) dengan ayam liar di Indonesia. Ayam liar ini kemudian dinamakan ayam lokal yang kemudian disebut ayam kampung karena keberadaan ayam itu memang di pedesaan. Sementara ayam orang Belanda disebut dengan ayam luar negeri yang kemudian lebih akrab dengan sebutan ayam negeri (kala itu masih merupakan ayam negeri galur murni). Ayam semacam ini masih bisa dijumpai di tahun 1950-an yang dipelihara oleh beberapa orang penggemar ayam. Hingga akhir periode 1980-an, orang Indonesia tidak banyak mengenal klasifikasi ayam. Ketika itu, sifat ayam dianggap seperti ayam kampung saja, bila telurnya enak dimakan maka dagingnya juga enak dimakan. Namun, pendapat itu ternyata tidak benar, ayam negeri/ayam ras ini ternyata bertelur banyak tetapi tidak enak dagingnya.

Ayam yang pertama masuk dan mulai diternakkan pada periode ini adalah ayam ras petelur white leghorn yang kurus dan umumnya setelah habis masa produktifnya. Antipati orang terhadap daging ayam ras cukup lama hingga
menjelang akhir periode 1990-an. Ketika itu mulai merebak peternakan ayam broiler yang memang khusus untuk daging, sementara ayam petelur dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula. Disinilah masyarakat mulai sadar bahwa ayam ras mempunyai klasifikasi sebagai petelur handal dan pedaging yang enak. Mulai terjadi pula persaingan tajam antara telur dan daging ayam ras dengan telur dan daging ayam kampung. Sementara itu telur ayam ras cokelat mulai diatas angin, sedangkan telur ayam kampung mulai terpuruk pada penggunaan resep makanan tradisional saja. Persaingan inilah menandakan maraknya peternakan ayam petelur.

Ayam kampung memang bertelur dan dagingnya memang bertelur dan dagingnya dapat dimakan, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai ayam dwiguna secara komersial-unggul. Penyebabnya, dasar genetis antara ayam kampung dan ayam ras petelur dwiguna ini memang berbeda jauh. Ayam kampung dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa baiknya. Sehingga ayam kampung dapat mengantisipasi perubahan iklim dengan baik dibandingkan ayam ras. Hanya kemampuan genetisnya yang membedakan produksi kedua ayam ini. Walaupun ayam ras itu juga berasal dari ayam liar di Asia dan Afrika.

2.SENTRA PETERNAKAN
Ayam telah dikembangkan sangat pesat di setiapa negara. Sentra peternakan ayam petelur sudah dijumpai di seluruh pelosok Indonesia terutama ada di Pulau Jawa dan Sumatera, tetapi peternakan ayam telah menyebar di Asia dan Afrika serta sebagian Eropa.

3.J E N I S
Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe:

1)Tipe Ayam Petelur Ringan.
Tipe ayam ini disebut dengan ayam petelur putih. Ayam petelur ringan ini mempunyai badan yang ramping/kurus-mungil/kecil dan mata bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam petelur di Indonesia pasti memiliki dan menjual ayam petelur ringan (petelur putih) komersial ini. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun produksi hen house. Sebagai petelur, ayam tipe ini memang khusus untuk bertelur saja sehingga semua kemampuan dirinya diarahkan pada kemampuan bertelur, karena dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan, dan ayam ini mudah kaget dan bila kaget ayam ini produksinya akan cepat turun, begitu juga bila kepanasan.

2)Tipe Ayam Petelur Medium.
Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut tipe ayam petelur medium. Tubuh ayam ini tidak kurus, tetapi juga tidak terlihat gemuk. Telurnya cukup banyak dan juga dapat menghasilkan daging yang banyak. Ayam ini disebut juga dengan ayam tipe dwiguna. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga. Dipasaran orang mengatakan telur cokelat lebih disukai daripada telur putih, kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yang cokelat daripada yang putih, tapi dari segi gizi dan rasa relatif sama. Satu hal yang berbeda adalah harganya dipasaran, harga telur cokelat lebih mahal daripada telur putih. Hal ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya telur cokelat lebih sedikit daripada telur putih. Selain itu daging dari ayam petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa yang enak.

4.MANFAAT
Ayam-ayam petelur unggul yang ada sangat baik dipakai sebagai plasma nutfah untuk menghasilkan bibit yang bermutu. Hasil kotoran dan limbah dari pemotongan ayam petelur merupakan hasil samping yang dapat diolah menjadi pupuk kandang, kompos atau sumber energi (biogas). Sedangkan seperti usus dan jeroan ayam dapat dijadikan sebagai pakan ternak unggas setelah dikeringkan. Selain itu ayam dimanfaatkan juga dalam upacara keagamaan.

5.PERSYARATAN LOKASI
1)Lokasi yang jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
2)Lokasi mudah dijangkau dari pusat-pusat pemasaran.
3)Lokasi terpilih bersifat menetap, tidak berpindah-pindah.

6.PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)

6.1.Penyiapan Sarana dan Peralatan
1.Kandang
Iklim kandang yang cocok untuk beternak ayam petelur meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32,2–35 derajat C, kelembaban berkisar antara 60–70%, penerangan dan atau pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yang baik, jangan membuat kandang dengan permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan membahayakan aliran air permukaan bila turun hujan, sebaiknya kandang dibangun dengan sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang.

Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan lama. Selanjutnya perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan dan sistem alat penerangan.

Bentuk-bentuk kandang berdasarkan sistemnya dibagi menjadi dua: a) Sistem kandang koloni, satu kandang untuk banyak ayam yang terdiri dari ribuan ekor ayam petelur; b) Sistem kandang individual, kandang ini lebih dikenal dengan sebutan cage. Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu di dalam kandang tersebut menjadi dominan karena satu kotak kandang untuk satu ekor ayam. Kandang sistem ini banyak digunakan dalam peternakan ayam petelur komersial.

Jenis kandang berdasarkan lantainya dibagi menjadi tiga macam yaitu: 1) kandang dengan lantai liter, kandang ini dibuat dengan lantai yang dilapisi kulit padi, pesak/sekam padi dan kandang ini umumnya diterapkan pada kandang sistem koloni; 2) kandang dengan lantai kolong berlubang, lantai untuk sistem ini terdiri dari bantu atau kayu kaso dengan lubang-lubang diantaranya, yang nantinya untuk membuang tinja ayam dan langsung ke tempat penampungan; 3) kandang dengan lantai campuran liter dengan kolong berlubang, dengan perbandingan 40% luas lantai kandang untuk alas liter dan 60% luas lantai dengan kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan dan 30% di kiri).

2.Peralatan
a.Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

b.Tempat bertelur
Penyediaan tempat bertelur agar mudah mengambil telur dan kulit telur tidak kotor, dapat dibuatkan kotak ukuran 30 x 35 x 45 cm yang cukup untuk 4–5 ekor ayam. Kotak diletakkan dididing kandang dengan lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya agar mudah pengambilan telur dari luar sehingga telur tidak pecah dan terinjak-injak serta dimakan. Dasar tempat bertelur dibuat miring dari kawat hingga telur langsung ke luar sarang setelah bertelur dan dibuat lubah yang lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.

c.Tempat bertengger
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.

d.Tempat makan, minum dan tempat grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus

6.2.Peyiapan Bibit
Ayam petelur yang akan dipelihara haruslah memenuhi syarat sebagai berikut, antara lain:
a) Ayam petelur harus sehat dan tidak cacat fisiknya.
b) Pertumbuhan dan perkembangan normal.
c) Ayam petelur berasal dari bibit yang diketahui keunggulannya.

Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:
a) Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
b) Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
c) Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
d) Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
e) Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
f) Tidak ada letakan tinja diduburnya.
1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Penyiapan bibit ayam petelur yang berkreteria baik dalam hal ini tergantung sebagai berikut:
a.Konversi Ransum.
Konversi ransum merupakan perabandingan antara ransum yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dengan ransum per kilogram telur. Ayam yang baik akan makan sejumlah ransum dan menghasilkan telur yang lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yang dimakannya. Bila ayam itu makan terlalu
banyak dan bertelur sedikit maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu. Bila bibit ayam mempunyai konversi yang kecil maka bibit itu dapat dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada berbagai bibit ayam dan juga dapat diketahui dari lembaran daging yang sering dibagikan pembibit kepada peternak dalam setiap promosi penjualan bibit
ayamnya.

b.Produksi Telur.
Produksi telur sudah tentu menjadi perhatian. Dipilih bibit yang dapat memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum tetap utama sebab ayam yang produksi telurnya tinggi tetapi makannya banyak juga tidak menguntungkan.

c.Prestasi bibit dilapangan/dipeternakan.
Apabila kedua hal diatas telah baik maka kemampuan ayam untuk bertelur hanya dalam sebatas kemampuan bibit itu. Contoh prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur dapat dilihat pada data di bawah ini.
-Babcock B-300 v: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 270, ransum 1,82 kg/dosin telur.
-Dekalb Xl-Link: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 255-280, ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur.
-Hisex white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 288, ransum 1,89 gram/dosin telur.
-H & W nick: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 272, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.
-Hubbarb leghorn: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)260, ransum 1,8-1,86 kg/dosin telur.
-Ross white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 275, ransum 1,9 kg/dosin telur.
-Shaver S 288: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)280, ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.
-Babcock B 380: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260-275, ransum 1,9 kg/dosin telur.
-Hisex brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)272, ransum 1,98 kg/dosin telur.
-Hubbarb golden cornet: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260, ransum 1,24-1,3 kg/dosin telur.
-Ross Brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 270, ransum 2,0 kg/dosin telur.
-Shaver star cross 579: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 265, ransum 2,0-2,08 kg/dosin telur.
-Warren sex sal link: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 280, ransum 2,04 kg/dosin telur.

6.3.Pemeliharaan
1.Sanitasi dan Tindakan Preventif
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup.

2.Pemberian Pakan
Untuk pemberian pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).

a.Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:
-Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
-Kwantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor; minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor; minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.
Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

b.Kwalitas dan kwantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:
-Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
-Kwantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor; minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

3.Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam, dalam hal ini dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
a.Fase starter (umur 1-29 hari) kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor; minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.
Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

b.Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor; minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
4.Pemberian Vaksinasi dan Obat
Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:

Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif.

Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit.

Macam-macam vaksin:
a) Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna
b) Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)
c) Vaksin NCD HB-1/Pestos.
d) Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.
e) Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek.

Persyaratan dalam vaksinasi adalah:
a) Ayam yang divaksinasi harus sehat.
b) Dosis dan kemasan vaksin harus tepat.
c) Sterilisasi alat-alat.

6.Pemeliharaan Kandang
Agar bangunan kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.

7.HAMA DAN PENYAKIT
7.1.Penyakit
1.Berak putih (pullorum)
Menyerang ayam kampung dengan angka kematian yang tinggi.
Penyebab: Salmonella pullorum.
Pengendalian: diobati dengan antibiotika

2.Foel typhoid
Sasaran yang disering adalah ayam muda/remaja dan dewasa.
Penyebab: Salmonella gallinarum.
Gejala: ayam mengeluarkan tinja yang berwarna hijau kekuningan.
Pengendalian: dengan antibiotika/preparat sulfa.

3.Parathyphoid
Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.
Penyebab: bakteri dari genus Salmonella.
Pengendalian: dengan preparat sulfa/obat sejenisnya.

4.Kolera
Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun dan burung merpati.
Penyebab: pasteurella multocida.
Gejala: pada serangan yang serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar.
Pengendalian: dengan antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).

5.Pilek ayam (Coryza)
Menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam.
Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri dan virus.
Gejala: ayam yang terserang menunjukkan tanda-tanda seperti orang pilek.
Pengendalian: dapat disembuhkan dengan antibiotia/preparat sulfa.

6.CRD
CRD adalah penyakit pada ayam yang populer di Indonesia. Menyerang anak ayam dan ayam remaja. Pengendalian: dilakukan dengan antibiotika (Spiramisin dan Tilosin).

7.Infeksi synovitis
Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler dan kalkun.
Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma.
Pengendalian: dengan antibiotika.

7.2.Penyakit karena Virus
1.Newcastle disease (ND)
ND adalah penyakit oleh virus yang populer di peternak ayam Indonesia. Pada awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di daerah Priangan.Tungau (kutuan) Penemuan tersebut tidak tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan lagi dan diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.

2.Infeksi bronchitis
Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada dewasa penyakit ini menurunkan produksi telur. Penyakit ini merupakan penyakit pernafasan yang serius untuk anak ayam dan ayam remaja. Tingkat kematian ayam dewasa adalah rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Bila menyerang ayam petelur menyebabkan telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dan kuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yang normal selalu ada ditengah). Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.

3.Infeksi laryngotracheitis
Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yang serius terjadi pada unggas.
Penyebab: virus yang diindetifikasikan dengan Tarpeia avium. Virus ini di luar mudah dibunuh dengan desinfektan, misalnya karbol.
Pengendalian: (1) belum ada obat untuk mengatasi penyakit ini; (2) pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan sanitasi yang ketat.

4.Cacar ayam (Fowl pox)
Gejala: tubuh ayam bagian jengger yang terserang akan bercak-bercak cacar.
Penyebab: virus Borreliota avium. Pengendalian: dengan vaksinasi.
5.Marek
Penyakit ini menjadi populer sejak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa unggas, akibat serangannya menyebabkan kematian ayam hingga 50%. Pengendalian: dengan vaksinasi.

6.Gumboro
Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di daerah Delmarva Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.

7.3.Penyakit karena Jamur dan Toksin
Penyakit ini karena ada jamur atau sejenisnya yang merusak makanan. Hasil perusakan ini mengeluarkan zak racun yang kemudian di makan ayam. Ada pula pengolahan bahan yang menyebabkan asam amino berubah menjadi zat beracun. Beberapa penyakit ini adalah :
1.Muntah darah hitam (Gizzerosin)
Ciri kerusakan total pada gizzard ayam. Penyebab: adalah racun dalam
tepung ikan tetapi tidak semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini akibat pemanasan bahan makanan yang menguraikan asam amino hingg menjadi racun.
Pengendalian: belum ada.

2.Racun dari bungkil kacang
Minyak yang tinggi dalam bungkil kelapa dan bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. Untuk menghindari keracunan bungkil kacang maka dalam rancung tidak digunakan antioksidan atau bungkil kacang dan bungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi.

7.4.Penyakit karena Parasit
1.Cacing
Karena penyakit cacing jarang ditemukan di peternakan yang bersih dan terpelihara baik. Tetapi peternakan yang kotor banyak siput air dan minuman kotor maka mungkin ayam terserang cacingan. Ciri serangan cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot dan kurang aktif.

2.Kutu
Banyak menyerang ayam di peternakan Indonesia. Dari luar kutu tidak terlihat tapi bila bulu ayam disibak akan terlihat kutunya. Tanda fisik ayam terserang ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di kandang yang tidak terkena sinar matahari langsung maka sisi samping kandang diarahkan melintang dari Timur ke Barat. Penggunaan semprotan kutu sama dengan cara penyemprotan nyamuk. Penyemprotan ini tidak boleh mengenai tangan dan mata secara langsung dan penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah karena ayam tidak aktif.

7.5.Penyakit karena Protoza
Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead), penyakit ini dimasukkan ke golongan parasit tetapi sebenarnya berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang dan genangan air.

8.P A N E N
8.1.Hasil Utama
Hasil utama dari budidaya ayam petelur adalah berupa telur yang diahsilkan oelh ayam. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan isi tlur yang disebabkan oleh virus dapat terhindar/terkurangi. Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga (terakhir)sambil mengecek seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.

8.2.Hasil Tambahan
Hasil tambahan yang dapat dinukmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah daging dari ayam yang telah tua (afkir) dan kotoran yang dapat dijual untuk dijadikan pupuk kandang.

8.3.Pengumpulan
Telur yang telah dihasilkan diambil dan diletakkan di atas egg tray (nampan telur). Dalam pengambilan dan pengumpulan telur, petugas pengambil harus langsung memisahkan antara telur yang normal dengan yang abnormal. Telur normal adalah telur yang oval, bersih dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63 cc. Telur yang abnormal misalnya telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong.

8.4.Pembersihan
Setelah telur dikumpulkan, selanjutnya telur yang kotor karena terkena litter atau tinja ayam dibershkan. Telur yang terkena litter dapat dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.

9.PASCA PANEN

10.ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1.Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya ayam petelur buras (150 ekor) tahun 1998 di Bintaro, Jakarta.

1) Biaya produksi
a.Modal tetap (investasi)
– Kandang dan atap
– Induk 150 ekor @ Rp. 17.500,-
Jumlah biaya modal tetap
Rp. 225.000,-
Rp. 2.626.000,-
Rp. 2.850.000,-

b.Modal kerja/variabel
– Pakan 90 gr x 150 x Rp. 1.210,-/kg x 30
– Penyusutan kandang (4tahun)
– Penyusutan induk (umur produktif 2 tahun)
– Obat-obatan
– Resiko kematian 3% per tahun
Rp. 490.000,-
Rp. 4.700,-
Rp. 109.375,-
Rp. 1.000,-
Rp. 6.565,-
Jumlah biaya modal kerja Rp. 611.640,-
Jumlah biaya prasarana produksi Rp. 611.640,-

2) Pendapatan
a.Telur 60 x Rp. 650,- x 30 Rp. 1.170.000,-
b.Ayam afkir 141 ekor x Rp. 10.000,- Rp. 58.750,-
Jumlah pendapatan Rp. 1.228.750,-

3) Keuntungan
a.Rp. 1228.750,- – Rp. 611.640,- = Rp. 617.110,-

4) Parameter kelayakan usaha
a.B/C ratio = 2,0

Keterangan :
– Perhitungan biaya dan pendapatan dilakukan dalam 1 bulan
– Harga-harga diperhitungkan pada bulan November 1998
– Diperlukan luas tanah 40 m2

10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Dewasa ini kebutuhan telur dalam negeri terus meningkat sejalan dengan peningkatan pola hidup manusia dalam meningkatkan kebutuhan akan protein hewani yang berasal dari telur. Selain itu juga adanya program pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat terutama anak-anak. Kebutuhan akan telur yang terus meningkat tidak diimbangi dengan produksi telur yang besar sehingga terjadilah kekurangan persediaan telur yang mengakibatkan harga telur mahal.

Dengan melihat kondisi tersebut budidaya ayam petelur dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan bila di kelola secara intensif dan terpadu.

11.DAFTAR PUSTAKA
1.Muhammad Rasyaf, Dr.,Ir. Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Penebar Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta.
2.Cahyono, Bambang, Ir.1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.

12.KONTAK HUBUNGAN
1.Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENAS
Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
2.Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Sumber :
Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

PANDUAN PRAKTIS MEMULAI BISNIS SAHAM


Saya ingin berbagi dengan kalian mengenai proses yang harus kita lalui utk dapat berdagang saham dengan baik. Tulisan saya ini diangkat berdasarkan pengalaman2 saya, lalu saya ringkas sehingga menjadi suatu proses yg efektif dan efisien. Saya akan memulai dari latar belakang “Bisnis Perdagangan Saham”. Sedangkan ruang lingkupnya adalah pedagang saham (Stock Trader) dengan modal kecil.

Latar Belakang.
“Bisnis Saham” adalah proses bisnis murni dan umum dimana “uang bekerja untuk kita”; kita menaruh uang dan kemudian berkembang sesuai dengan gejolak pasar saham tempat kita menaruh modal.

“Perdagangan Saham” adalah perdagangan murni seperti layaknya perdagangan barang dan jasa; anda membeli dan menjual kembali. Tujuan satu2nya adalah laba.

Dari pengertian ini maka ada dua istilah yg saling berhubungan: “Bisnis Saham” dan “Perdagangan saham”. Maka jika diistilahkan bisnis anda adalah “Bisnis Saham” sedangkan pekerjaan anda adalah “Pedagang Saham”.

Sebagaimana proses ekonomi maka kita harus mengelola semua aktivitas ini. Untuk porsi kita maka titik beratnya adalah pada “Perdagangan Saham”, kita tidak bisa mengelola “Bisnis” karena dalam istilah kita “Bisnis” berkaitan dengan pasar (modal), hanya investor2 besar atau organisasi2 investasi saja yg bisa melakukan ini. Sebenarnya anda juga bisa…tapi butuh keberanian dalam menerima resiko; baik resiko keuangan maupun tuduhan pelanggaran hukum.

Nah…untuk istilah “mengelola” inilah yg sering menjadi permasalahan bagi semua orang.

Kita juga harus menyediakan waktu untuk mempelajari cara2 analisa teknikal dan fundamental secara mendalam, sambil melakukan simulasi selama +/- 6 bulan. Jadikanlah ini sebagai pertimbangan sebelum memasuki dunia pasar modal.

Langkah-langkah awal.

Sebagaimana proses bisnis dan memilih bisnis pada umumnya; dalam proses awal utk memulai bisnis ini, kita diharuskan utk sungguh2 mengerti seluk-beluk bagaimana mekanisme dunia pasar modal itu bekerja. Mulai dari dasar teori: Mikro Ekonomi & Makro Ekonomi, Statistik, Akuntansi, Manajemen Keuangan, hingga segala sesuatu yg berhubungan dengan “operasi lapangan”. Kita harus bisa melakukan riset pasar dan memperkirakan potensi laba yg dapat kita raih, dan kemudian dicocokkan dengan target laba atau penghasilan yg kita inginkan.

Catatan:
Perlu diketahui bahwa pada tahap ini kita hanya melakukan “Riset iseng-iseng” jadi saran saya sisihkan waktu & dana se-minimum mungkin! Saya dulu menggunakan kertas bekas, koran2 bekas (bungkus sayuran), alat2 tulis bekas…pokoknya se-pelit mungkin! Karena dengan begitu kita masih punya banyak peluang utk melirik bisnis yg lain.

Cara praktis:
1. Catat target penghasilan kita selama satu bulan.
2. Kalikan dengan 12 Bulan.
3. Bagi dengan 52 minggu.
4. Lalu bagilah dengan 5 hari.

Hasilnya kita akan mendapatkan target penghasilan utk 1 hari, 1 minggu, 1 bulan dan 1 Tahun.

Setelah itu pilihlah secara acak +/- 10 emitten BEI, kemudian carilah data2 historis harga saham2 tsb. Lalu coba hitung berapa peningkatan harga yg pernah terjadi (secara acak). Lalu lakukan proses perata-rataan utk memperoleh perkiraan berapa persentase rata2 laba yg bisa diharapkan. Jangan menghitung Laba maximun tp hitunglah persentase laba rata2! Jk pasar sedang menurun (Bearish) coba hitung berapa tingkat persentase laba yg dapat diperoleh pada saat “Rebound”. Lalu bandingkan dengan target kita.

Hukum pasar modal adalah: Persentase kerugian & keuntungan berbanding lurus dengan besarnya modal yg ditanamkan.

Perhitungkan waktu yg akan kita buang utk mengelola perdagangan. Dan segala sesuatu yg akan kita dapatkan selain uang, misalnya status sosial dll.

Jika merasa cocok dan mantap dengan bisnis ini maka lanjutkan langkah kita.

Langkah kedua.

A. Masih dalam proses “Riset iseng-iseng”. Cobalah cari berita2 tentang pasar modal. Perlu kita ketahui, pasar modal Indonesia terbagi menjadi dua: 1. Pasar saham BEI 2. Pasar futures (Forex, Index dan commodities) yg dikelola oleh BBJ (Bursa Berjangka Jakarta). Carilah dari koran2 bekas, berita2 di TV ataw obrolan dg tetangga ataw teman2, sanak famili dll. Intinya carilah sejarah singkat dan kondisi lapangan sesungguhnya dari dunia pasar modal sebanyak2nya dengan biaya seminim mungkin!

Nah…setelah itu kita akan mendapatkan informasi mengenai pasar modal, berita baik maupun berita buruk terutama mengenai Broker. Cobalah pikirkan masak2…bagaimana solusinya utk menyelesaikan permasalahan jk kita tertimpa berita yg paling buruk, ataw langkah2 pencegahan spy hal tsb tidak terjadi.

Caranya:
1. Kumpulkan koran2 bekas yg terdapat tabel “Broker Teraktif” dg rentang periode +/- 1 tahun.
2. Buatlah rating dari broker2 tsb.
3. Pilih 3-4 broker dg rating tertinggi.

Hasilnya kita akan mendapat daftar broker2 terbaik dalam mengelola perdagangan saham. Biasanya broker2 tersebut banyak dipercaya oleh masyarakat dan aman. Dan pada masa itu broker yg saya pilih dg cara ini masuk dalam nominasi Capital Market Award…dan menang. Dan yg paling penting dana saya tetap aman sampai sekarang

Utk perdagangan futures; ada beberapa broker saham BEI yg jg merangkap sebagai broker perdagangan futures.

B. Setelah kita merasa mantap dg bisnis ini maka kita berlanjut ke tahap yg lebih rumit, membuang waktu, uang dan tenaga. Oleh karena itu saya sarankan hanya jika anda betul2 merasa mantap!

Langkah2nya:
1. Belilah sebuah buku pengetahuan praktis tentang seluk-beluk pasar modal. Jangan rumit2!
2. Pelajari baik2 dan bayangkan apa yg akan menjadi kegiatan kita sehari-hari.

Sebagai pengetahuan praktis: ada 3 proses utama dalam mengelola perdagangan kita.
1. Maintaining data: pengumpulan, penyimpanan, perawatan dll.
2. Analisa data: pemilihan saham, pengamatan, pengambilan keputusan jual/beli dll.
3. Eksekusi perdagangan; Jual/Beli, komunikasi dg broker dll.

Itu semua adalah pekerjaan kita setiap hari! Jadi bayangkanlah secara detail apa yg akan menjadi jadwal kita setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, triwulan, semester dan tahunan. Khayalan kita ini akan memandu kita utk membuat perencanaan dalam mengelola perdagangan kita; termasuk sarana & prasarana, waktu, uang dan tenaga yg akan kita butuhkan dalam operasional. Semua itu harus bisa berjalan dg cara yg paling efektif dan efisien! Dan…tentu saja profitable!

Setelah mantap ikuti langkah berikut:
1. Sediakan biaya utk melakukan langkah2 selanjutnya. Disiplinlah dlm mengeluarkan uang (sebagian besar Money Manager legendaris terkesan sederhana bahkan pelit).
2. Downloadlah buletin JSX Statistics ataw JSX Monthly Statistic utk periode 1 tahun. Bacalah dan biasakan diri kita utk melihat tabel data, grafik dll.
3. Carilah halaman yg menyangkut 50 broker teraktif dan 50 broker terbesar.
4. Buatlah rating sekali lagi utk cross check.
5. Carilah nama lengkap Broker2 tersebut.
6. Carilah nomer2 telpon mereka di Yellow Pages. Ataw coba disini: http://www.idx.co.id/MainMenu/Brokers/BrokerageProfile/tabid/72/lang/en-US/language/en-US/Default.aspx
7. Mintalah informasi sepuas mungkin via telepon.
8. Jika sudah mantap, datangi mereka satu persatu. Amati suasana disana, proses perdagangannya, kepada siapa kita akan sering berhubungan, professional ataw tidak dll.
9. Duduklah seharian dalam “Trading Room” perhatikan baik-baik pergerakan harga Bid/Ask dll (biasanya diijinkan). Bila perlu…carilah teman ataw partner dalam “suka duka” yg bersedia menemani kita kemana saja. Krn kadang2 kita akan merasa canggung jika harus seharian duduk sendirian di”Trading Room” ataw menginterogasi account officer dari salah satu kantor broker.
10. Mintalah brosur ataw aplikasi dll…pokoknya segala sesuatu yg bisa dibawa pulang utk dipelajari di rumah. (Saya dulu mempunyai 4 form aplikasi dari 4 kantor broker, sekarang masih saya simpan utk kenang2an).
11. Ikuti Seminar2 Gratis tentang pasar modal.
12. Masukilah situs2 perkumpulan investor. Jangan tergoda utk memasuki suatu kelompok kecuali jika: kekurangan modal ataw kuat secara fisik, mental dan mempunyai koneksi yg sangat kuat dengan aparat keamanan & pengacara!
13. Cobalah beberapa fasilitas “Trial” utk perdagangan saham, Misalnya RTI, e-Bursa dll. Biasanya +/- 2 hari utk demo.
14. Lakukan proses “Trial” dalam menghubungi broker utk mengetahui berapa lama kita hrs menunggu utk bicara dg account officer.
15. Lakukan proses “Simulasi” dalam mendatangi kantor broker utk mengetahui lamanya perjalanan. Ini sangat penting jk kita hrs melakukan perdagangan secara langsung.
16. Lakukan proses “Simulasi” dalam melakukan aktivitas perdagangan, mulai dari menyalakan komputer, pengumpulan data, analisa harian dll hingga proses berakhir. Lakukan berulang-ulang utk meningkatkan efektivitas & efesiensi. Lakukan perbaikan proses aktivitas jk diperlukan.
17. Buatlah portfolio dari simulasi perdagangan. Minimal catatan perdagangan berdasarkan pada simulasi.
18. Jangan pernah menggunakan Uang utk simulasi! Gunakanlah uang/modal Imaginer.
19. Simpanlah Modal Utama kita dengan sebaik2nya dan usahakan agar sangat sulit utk diambil…tetapi tetap strategis dan likuid. Misalnya: Jika kita mendepositokan Modal Utama kita, maka kita akan mendapatkan bunga setiap bulannya, tetapi bila kita akan menarik dana tsb (sebelum jatuh tempo) pasti akan dicegah oleh pihak bank, klo kita tetap bersikeras maka akan terkena “penalti”.
20. Dalam melakukan simulasi, curigailah selalu keberhasilan kita. Selalu bertanya pd diri sendiri apakah ini hanya kebetulan? Atau memang hasil dari metode yg baik?
21. Tetaplah beranggapan bahwa masih ada bisnis lain yg lebih baik.

Langkah ketiga.
Nah…sambil melakukan simulasi & riset lapangan, pelajarilah segala sesuatu tentang Analisa Teknikal & Fundamental. Berikan waktu +/- 6 bulan utk belajar. Pelajarilah dengan serius!. Jangan pernah berhenti sebelum kita mendapatkan sistem analisa yg 100% tepat ataw minimal “Balik Modal”. Ketepatan ini hanya bisa kita dapatkan jk kita bisa mencerna teori2 tersebut dan juga pengalaman. Jangan hanya mengandalkan teori statistik ataw matematika belaka, tp cobalah utk “menjiwai” teori2 tsb, dg begitu intuisi kita jg ikut berkembang…mirip dg “Jiwa Bisnis”.

Pada dasarnya ada 5 Jenis Indikator teknikal:
– Indikator Trend.
– Indikator Momentum.
– Indikator Volatilitas.
– Indikator Kekuatan Pasar.
– Indikator Trigger.

Dan ada 2 sistem analisa keuangan:
– Konvensional.
– Onorus.

Kita jg hrs memantau berita2 seputar pasar modal, emitten2, rekomendasi2, Indeks2 global & regional dan komoditas.

Berikut referensi buku2 & modul2 berguna yg bisa dipelajari.

Buku2:
– Kaya dan Pinter Jadi Trader & Investor Saham.
– Solusi Investasi di bursa saham Indonesia.
– How to make money in stocks.
– Analisa Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan.
– Menilai harga wajar saham.
– CANDLESTICK and Its Application in Indonesian Market.
– Encyclopedia Of Chart Patterns (E-book).
– Trading in Mind (E-Book).
– Technical Analysis, Power Tools For Active Investor (E-Book).
– A Complete Guide To Technical Trading Tactics (E-Book).
– Candlestick And Pivot Point Trading Triggers (E-Book).
– Getting Started in Candlestick Charting (E-Book).

Harap berhati2 krn isi buku2 tersebut belum tentu benar, kadang salah cetak atau salah tulis dari penulisnya ataw perbedaan negara dll. Sebaiknya kita melakukan cross check misalnya dengan melihat dalam “Help Menu” dalam software kita ataw cari di internet. Tapi sejauh ini buku2 tersebut bisa diandalkan.

Modul2:
– Martin J. Pring – Candlestikcs Explained CD.
– Technical Analysis For The Professional Trader Part I.
– Technical Analysis For The Professional Trader Part II.

Situs ini jg baik untuk dipelajari: http://hn-technical.blogspot.com/

Untuk keterangan mengenai sumber E-Book, Modul dan Freeware bisa dilihat dalam posting2 saya terdahulu.

Jika kita merasa perlu untuk mengikuti kursus silahkan pilih kursus2 yg kita yakin bermutu. Ikutilah “Kursus2 Gratisan” terlebih dahulu. Setelah kita yakin barulah ikuti kursus paketnya. Jangan lupa…masukkan budget tersebut ke dalam perhitungan modal dalam merintis bisnis kita ini.

Berikut Software2 yg umum dipergunakan:
– MetaStock Professional 10.1 Real Time.
– Amibroker.
– Omni Trader (Baik untuk simulasi analisa teknikal krn ada fasilitas “Game Mode”).

Budidaya Ikan Lele


BUDIDAYA LELE SANGKURIANG

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.

Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).

Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele Sangkuriang.

Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama Lele Sangkuriang. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).

Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.

Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.

Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:

Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air.
pH air yang ideal berkisar antara 6-9.
Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l.
Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.

Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.

Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk L mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.

Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.

Pelaksanaan Budidaya
Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:

a. Persiapan kolam tanah (tradisional)

Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).

Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).

Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.

Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring
Kemudian dilakukan pengisian air kolam.
Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.
b. Persiapan kolam tembok
Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.
c. Penebaran Benih
Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.
d. Pemberian Pakan
Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.
e. Pemanenan
Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 – 250 gram per ekor dengan panjang 15 – 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.

Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.

Proses Produksi pada kegiatan pembesaran disajikan Tabel 1.

Tabel 1
Proses pembesaran lele Sangkuriang di bak tembok.

Kriteria Satuan Pembesaran
Ukuran Tanaman
– Umur hari 40
– panjang cm 4 – 8
– bobot gram 4- 6
Ukuran Panen
– Umur hari 130
– panjang cm 15 – 20
– bobot gram 125 – 200
Sintasan % 80-90
Padat Tebar Ekor/m2 50-75
Pakan
– Tingkat Pemberian % bobot 3
– Frekuensi Pemberian kali/hari 3
Tingkat Konversi Pakan 0,8 – 1,2

Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.

Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.

Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.

Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.

Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.
Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.
Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.
Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.
Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air).
Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK
Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik
Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru.

Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.
ANALISA USAHA
Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik

1. Investasi
a. Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,- = Rp 1.000.000,-
b. Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,- = Rp 1.500.000,-
c. Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,- = Rp 750.000,-
Rp 3.250.000,-
2. Biaya Tetap
a. Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn = Rp 1.000.000,-
b. Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn = Rp 750.000,-
c. Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn = Rp 150.000,-
Rp 1.900.000,-
3. Biaya Variabel
a. Pakan 4800 kg @ Rp 3700 = Rp 17.760.000,-
b. Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,- = Rp 2.021.052,63
c. Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,- = Rp 300.000,-
d. Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,- = Rp 200.000,-
e. Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,- = Rp 3.000.000,-
f. Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,- = Rp 1.200.000,-
Rp 24.281.052,63
4. Total Biaya
Biaya Tetap + Biaya Variabel
= Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63
= Rp 26.181.052,63
5. Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.800.000,
6. Pendapatan
Produksi – (Biaya tetap + Biaya Variabel)
= Rp 28.800.000,- – ( Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63)
= Rp 2.418.947,37
7. Break Event Point (BEP)
Volume produksi = 4.396,84 kg
Harga produksi = Rp 5.496,05

Sumber :
Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Dit. Pembudidayaan, Ditjen Perikanan Budidaya

Cara Membuat Makanan Khas Soto Grombyang (Pemalang)


Bahan:
500 gram daging sandung lamur, dipotong kotak2 cm
50 gram kelapa setengah tua, dikupas lalu diparut kasar
3 sendok makan taoco
2 lembar daun salam
3 batang serai, dimemarkan
1500 ml
5 sendok makan bawang goreng

Bumbu halus:
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
4 buah kluwek diambil dagingnya
1 sendok makan + 2 sendok teh garam
3 sendok teh gula merah

Cara membuat :
1. Sangrai kelapa parut hingga kecokelatan, sisihkan.
2. Rebus daging, taoco, daun salam, serai, kelapa sangrai, dan bumbu halus.
3. Masak sampai bumbu meresap dan daging lunak.
4. Sajikan dengan bawang goreng.

Untuk 6 porsi
Sumber : Sedap-sekejap.com