MAKNA DI BALIK PIDATO ANAS URBANINGRUM TANGGAL 23 FEBRUARI 2013 SERI 1


anas

Anas Urbaningrum sosok politikus putera  kelahiran Blitar 15 Juli 1969 yang merupakan mantan ketua Partai Demokrat memberikan pidato usai penetapan dirinya yang berstatus tersangka oleh KPK. Dalam hal ini, terungkap bagaimana sebenarnya (unek-unek) pikiran Anas terhadap penetapan dirinya sebagai tersangka. Dan nampaknya membawa hawa pertempuran terbuka terhadap sosok misterius yang diungkap Anas dalam pidatonya. Berikut ini adalah isi pidato Anas dan makna dibalik pidatonya menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK:

“Assalamualaikuam warrahmatullahi wabarukatuh.

Terima kasih dan selamat datang kepada rekan-rekan wartawan. Hari ini saya akan menyampaikan sikap, pikiran dan pandangan terkait status sebagai tersangka. Seperti diketahui bersama tanggal 22 Februari 2013 KPK sudah mengumumkan bahwa saya dinyatakan berstatus tersangka. Atas pengumuman KPK itu, saya menyatakan akan mengikuti proses hukum sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Karena saya masih percaya bahwa lewat proses hukum yang adil dan obyektif dan transparan, kebenaran dan keadilan bisa saya dapatkan. Saya garis bawahi, saya masih percaya lewat proses hukum yang adil, obyektif, dan transparan berdasarkan kriteria-kriteria dan tata laksana yang memenuhi standar, saya yakin kebenaran dan keadilan masih bisa ditegakkan. Karena saya percaya negeri kita ini berdasarkan hukum dan keadilan, bukan berdasarkan prinsip kekuasaan.”

Dari awal pidatonya, Anas Urbaningrum secara lugas dan langsung memberikan statement, bahwa pidato yang dia bawakan pada hari itu (23 Februari 2013 – red) merupakan sebuah pidato untuk menanggapi status dirinya yang telah dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK pada hari jumat 22 Februari 2013. Nampaknya hari Jumat seakan-akan menjadi hari kramat bagi KPK untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, walau tidak selalu demikian. Selain itu, Anas juga menyatakan dirinya untuk mematuhi proses hukum yang berlaku. Dengan ini rakyat bisa memahami bahwa Anas akan menjalani proses ini, tidak kabur ke luar negeri seperti yang dilakukan mantan bendaharanya dahulu Nazarudin. Nampaknya Anas begitu menjadi sosok yang gagah berani dalam menghadapi kasus hukumnya dan tidak gentar sedikitpun. Hal ini bisa dilihat dari ekspresinya saat membawakan pidato. Dengan mengikuti jalur hukumlah, Anas berharap kebenaran akan terungkap karena dia menganggap negeri ini berdasarkan hukum dan keadilan bukan berdasarkan kekuasaan.

“Yang kedua, saudara-saudara sekalian, lewat proses hukum yang obyektif dan transparan itu saya akan melakukan pembelaan hukum sebaik-baiknya. Dan lewat proses hukum itu, berdasarkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang kredibel, saya meyakini betul sepenuh-penuhnya bahwa saya tidak terlibat di dalam proses pelanggaran hukum yang disebut sebagai proyek Hambalang itu. Ini saya tegaskan karena sekali lagi, sejak awal, saya punya keyakinan yang penuh tentang tuduhan-tuduhan yang tak berdasar itu. Saya meyakini bahwa kebenaran dan keadilan pangkatnya lebih tinggi dari fitnah dan rekayasa. Kebenaran dan keadilan akan muncul mengalahkan fitnah dan rekayasa, sekuat apapun dibangun, sehebat apapun itu dibangun, serapi apapun itu dijalankan. Itu keyakinan saya.”

Penjelasan dengan penuh penekanan dilakukan oleh Anas Urbaningrum melanjutkan pidatonya, bahwa dia akan mengikuti proses hukum yang sedang dialaminya. Hal ini dibuktikan dengan ungkapan pidatonya bahwa dia akan menyiapkan berbagai macam pembelaan dengan bukti yang kredibel dan saksi-saksi. Penekanan yang paling dahsyat dari Anas adalah keyakinannya bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus Hambalang. Hal ini nampaknya selaras dengan ungkapan beliau saat diwawancarai oleh wartawan: “Jika Anas korupsi satu sen pun, gantung Anas di Monas”. Hal ini menjadi sebuah pembuktian dan penekanan yang tegas oleh Anas, bahwa dirinya yakin betul tidak melakukan korupsi di Monas. Dengan ini, publik yang tadinya berharap ungkapan Anas “gantung di Monas” disanggah betul pada pidatonya, bahwa dia tekankan sejak awal dirinya tidak bersalah. Karena kasus yang dihadapinya menurutnya adalah fitnah dan rekayasa dan dia meyakini adanya kebenaran dan keadilan yang akan mengungkap kasusnya.

“Saudara-saudara sekalian, saya ingin sampaikan, sejak awal saya meyakini bahwa saya tidak akan punya status hukum di KPK. Mengapa? Karena saya yakin KPK bekerja independen, mandiri, dan profesional. Karena saya yakin KPK tidak bisa ditekan oleh opini dan hal-hal lain di luar opini, termasuk tekanan dari kekuatan-kekuatan sebesar apapun itu.”

Ungkapan pidato Anas selanjutnya begitu berbalik terhadap opini publik selama ini yang menganggap Anas tersangka kasus Hambalang. Karena sebagai mana yang telah terungkap, kasus ini berawal dari ungkapan Nazarudin yang membawa dampak luar biasa terhadap partai Demokrat dan dampak yang luar biasa, bahwa korupsi di negeri Indonesia ini telah begitu mengenaskan. Anas dari awal berkeyakinan dirinya tidak bersalah dan ini berbeda dengan ungkapan Nazarudin yang menyatakan bahawa Anas ikut terlibat. Dari pidatonya ini juga Anas masih meyakini bahwa KPK adalah lembaga yang independen yang tidak akan ditekan oleh “kekuatan sebesar apapun”. Kekuatan sebesar apapun ini dijawab oleh Anas dalam pidato selanjutnya.

anas 1

“Saya baru mulai berpikir saya akan punya status hukum di KPK ketika ada semacam desakan agar KPK segera memperjelas status hukum saya. “Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah.” Ketika ada desakan seperti itu, saya baru mulai berpikir jangan-jangan, saya menjadi yakin, saya menjadi tersangka setelah saya dipersilakan untuk lebih fokus berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK. Ketika saya dipersilakan untuk lebih fokus menghadapi masalah hukum di KPK berarti saya sudah divonis punya status hukum yang dimaksud, yaitu tersangka. Apalagi saya tahu, beberapa petinggi Partai Demokrat yakin betul, hakkul yakin, Anas menjadi tersangka. Rangkaian ini pasti tidak bisa dipisahkan dengan bocornya apa yang disebut sebagai sprindik (surat perintah penyidikan). Ini satu rangkaian peristiwa yang pasti tidak bisa dipisahkan. Itu satu rangkaian peristiwa yang utuh. Sama sekali terkait dengan sangat erat. Itulah faktanya, itulah rangkaian kejadiannya. Dan tidak butuh pencermatan yang terlalu canggih untuk mengetahui rangkaian itu. Bahkan masyarakat umum dengan mudah membaca dan mencermati itu.”

Dari pidato ini, nampaknya Anas sudah menyakini betul bahwa dirinya akan dijadikan tersangka oleh KPK. Dia mengungkapkan berbagai kronologis peristiwa secara berani, gamblang dan jelas menurut keyakinan dirinya yang mengantarkan dirinya atau mendesak dirinya agar KPK menetapkan sebagai tersangka. Hal ini dengan ungkapan dirinya kata-kata: “Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah”, kata-kata ini dengan jelas publik dapat memahaminya bahwa kata-kata tersebut diungkapkan oleh petinggi Partai Demokrat yakni Susilo Bambang Yudoyono dalam sebuah pidato di Jeddah, Arab Saudi pada Senin 4 Februari 2013 lalu. Begitu juga dengan ungkapan yang dilontarkan Anas: “saya dipersilakan untuk lebih fokus berkonsentrasi menghadapi masalah hukum di KPK”. Ungkapan ini juga publik sudah jelas, diungkapkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jumat 8 Februari 2013) malam. Kemudian kemuculan dokumen Sprindik (surat perintah penyidikan) di publik. Ketiga rentetan ini diungkap oleh Anas bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka karena ada intervensi kepada KPK yang dilalukan oleh kekuasan besar (yakni presiden dan dewan pembina Susilo Bambang Yudhoyono – red). Ungkapan Anas tetang intervensi ini begitu jelas dan tegas yang mengungkapkan bahwa rakyat pun bisa melihat kejadiannya dengan mudah. Memang hal aneh bisa dirasakan masyarakat, kenapa Susilo Bambang Yudhoyono “repot-repot” menyatakan agar Anas di tegaskan “statusnya”, kenapa Boediono yang diungkap-ungkap dalam kasus Century tidak dilakukan untuk memberikan ketegasan status. Hal ini lah yang menjadi kegusaran dan keyakinan Anas terhadap penetapan dirinya sebagai tersangka.

Bersambung..

Terus ikuti makna dibalik penetapan Anas Urbaningrum jadi tersangka…bakal lebih seru…^_^

Untuk membaca MAKNA DI BALIK PIDATO ANAS URBANINGRUM TANGGAL 23 FEBRUARI 2013 SERI 2, silahkan baca: di sini